Dokter Jiwa Khusus Tangani Kompol Fahrizal



ISN (Medan) -- Kompol Fahrizal dibantarkan ke Rumah Sakit Jiwa Prof Dr M Ildrem yang berada di Jalan Tali Air, Medan, Senin (17/4/2018) kemarin.

Direktur RSJ Prof Dr M Ildrem, Chandra Syafei SpoG mengatakan, ia tak mengetahui alasan polisi melakukan pembantaran. Hanya saja menurutnya, untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.

"Kita nggak tahu karena Kompol F ini mau ditangani tim persatuan dokter jiwa. Kalau di Polda sebenarnya ada dokter jiwa, tapi mungkin karena ini penting. Setiap pasien yang datang, apapun kondisinya kita terima. Mana indikasi rawat inap atau rawat jalan," kata Chandra, Kamis (19/4/2018).

Ia mengungkapkan, belum mengetahui pasti kondisi kejiwaan yang dialami mantan Kasat Reskrim Polresta Medan tersebut, apalagi Kompol F baru masuk ke RSJ.

"Diakan baru masuk, baru ditangani tim belum ada laporan sama kita. Nanti, kalau sudah lengkap diagnose-nya, baru kita tahu kondisinya," ungkap Chandra.

Chandra menambahkan, Kompol F akan ditangani secara tim. Mengingat kasus yang di alaminya, butuh penanganan yang lebih khusus. Sekarang, lanjutnya, ia dirawat terpisah dengan pasien lain.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting menyampaikan, Kompol F dibantarkan selama dua minggu di Rumah Sakit Jiwa. Sebut Rina, ini bagian dari rangkaian observasi kejiwaan terhadap Fahrizal.

"Pada saat di observasi, dia itu tidak masuk hitungan ditahan jadi dibantarkan saja. Selesai observasi nanti masuk ke tahanan lagi," pungkas Rina.

Pembantaran dilakukan setelah melakukan penembakan terhadap adik iparnya di Jalan Tirtosari, Rabu (4/4/2018).

Tidak diketahui apa motifnya bertindak demikian. Karena perbuatannya ia akan dijerat pasal 340 Subs Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun atau seumur hidup.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar