Perilaku Kompol Fahrizal Bahayakan Tahanan Lain



ISN (Medan) -- Selama berada di dalam sel tahanan Polda Sumatera Utara, Kompol Fahrizal cenderung menunjukkan perilaku tidak kooperatif. Bahkan sikapnya dinilai membahayakan tahanan lain.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol. Andi Rian mengatakan, sikap Kompol Fahrizal ini menjadi salah satu pertimbangan mengapa dirinya harus dirawat di rumah sakit jiwa.

"Karena disana memang lebih aman baginya. Di sel kita sudah ada kecenderungan tidak kooperatif," kata Andi, Selasa (24/4/2018).

Menurut Andi, sikap tidak kooperatif mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan itu dapat dilihat dari perilakunya yang kerap menolak untuk cek kesehatan. Ia juga menolak kedatangan tenaga medis yang akan memeriksanya dan selalu enggan jika diberi obat.

"Cek kesehatan kan seharusnya dilakukan tiap hari," ucap Andi.

Perilaku Fahrizal selama di tahanan juga dinilai membahayakan orang lain, termasuk dirinya sendiri.

"Contohnya, dia pukul-pukul tembok, kepalanya dibenturkan ke dinding dan banyak lagi," ungkap Andi.

Dengan kondisi itu penyidik belum bisa mengungkap motif penembakan yang dilakukan Fahrizal terhadap adik iparnya hingga tewas.

"Enggak bisa diambil keterangannya. Tidak ada yang konsisten jawabannya," jelas Andi.

Andi menambahkan, proses observasi di rumah sakit jiwa merupakan keputusan dari tim kesehatan Mabes Polri yang sejak awal melakukan observasi.

"Visum ini dibutuhkan waktu 14 hari. Tim observasi dari internal polisi dan eksternal yang terdiri dari ahli kejiwaan Rumah Sakit Pirngadi dan RSJ," tukas Andi.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar