Dosen USU Terduga Penyebar Ujaran Kebencian Dilarikan ke Rumah Sakit



ISN (Medan) --  Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) yang diduga melakukan ujaran kebencian, Himma Dewiyana Lubis (46), harus menjalani perawatan di rumah sakit sejak Selasa (22/5/2018) sore akibat pingsan di dalam sel.

"Jadi, saat ini klien kita ibu Himma Dewiyana Lubis tengah mendapat perawatan di RS Bhayangkara," kata seorang kuasa hukum pelaku, Khairul Munadi, Kamis (24/5/2018).

Khairul menjelaskan, Himma Dewiyana Lubis dibawa ke rumah sakit karena kondisinya sangat lemah saat berada di dalam sel Mapolda Sumatera Utara.

"HDL sempat dua kali pingsan yaitu saat konferensi press di Polda pada Senin (21/5/2018) dan Selasa (22/5/2018)," jelasnya.

Khairul mengungkapkan bahwa Himma Dewiyana Lubis mempunyai riwayat penyakit Vertigo. Saat kejadian tersebut HDL mengalami kondisi tertekan sehingga membuat dirinya semakin drop.

"Saat ini kondisinya masih dalam keadaan lemas dan sedang mendapat perawatan di rumah sakit," ungkapnya.

Seperti diketahui, Himma diamankan di kediamannya, Jalan Melinjo II Komplek Johor Permai, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (19/5/2018) malam. 

Dia diamankan karena salah satu postingan di akun Facebook-nya yang diduga mengandung ujaran kebencian viral hingga mengundang perdebatan hangat para netizen.

Dalam postingan Himma menulis: "Skenario pengalihan yang sempurna… #2019GantiPresiden".

Setelah statusnya viral, Himma yang memiliki pendidikan terakhir S2 itu pun langsung menutup akun Facebook-nya. Namun postingannya sudah telanjur di- screenshot netizen dan dibagikan ke media daring.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, mengungkapkan bahwa motif Himma menulis hal demikian karena terbawa suasana dan emosi di dalam media sosial Facebook dengan maraknya caption atau tulisan #2019GantiPresiden.

Di samping itu Himma merasa kecewa dengan pemerintah saat ini yang menurutnya semua kebutuhan pokok pada naik dan hal itu tidak sesuai janji pada saat kampanye 2014.

"Wanita kelahiran tahun 1972 itu kini telah menjalani penyidikan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Petugas juga telah memeriksa saksi dan menyita barang bukti berupa handphone iPhone 6S dan SIM card milik pelaku untuk kepentingan penyidikan," ungkapnya.

"Polisi juga melakukan Digital Forensik terhadap handphone Himma dan melakukan pendalaman bilamana ada motif lain terkait postingan ujaran kebencian yang dimaksud," tegas Mantan Wakapolrestabes Medan tersebut.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar