Kasus Kompol Fahrizal Jadi Tantangan Tersendiri Bagi Penyidik



ISN (Medan) -- Penyidik Polda Sumatera Utara dipastikan bersikap profesional dan transparan dalam penanganan kasus yang menjerat mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal.

Hal itu ditegaskan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi. Menurutnya, proses hukum harus tetap berjalan dan sudah menjadi tugas serta tanggung jawab Polri.

"Namun di sisi lain, ada fakta bahwa Kompol Fahrizal sedang mengalami penyakit yang sudah diberi pengakuan ahlinya, juga sebagai sesuatu yang harus dilihat," kata Andi di Mapolda Sumut, Sabtu (5/5/2018).

Andi menuturkan, saat ini penyidik hanya tinggal melengkapi berkas kasus Kompol Fahrizal dengan meminta keterangan dari dokter yang menangani observasi kejiwaan.

"Berhubung dokter yang menanganinya sedang di luar negeri, kita jadwalkan minggu depan akan kita hadirkan untuk dimintai keterangan, dengan kapasitas keilmuan dan hasil observasi," tuturnya.

Menurut Andi, jika pemeriksaan terhadap dokter kejiwaan selesai, berkas Kompol Fahrizal akan segera dikirim dan akan berproses di pengadilan.

"Soal layak atau tidak layak kasus ini disidangkan, bukan menjadi domain penyidik. Tapi, sudah menjadi domain pengadilan nantinya," ujarnya.

Andi juga mengungkapkan, dari kesimpulan pihak rumah sakit, ternyata sesuai dengan pengakuan pihak keluarga Kompol Fahrizal.

Pada 2014 lalu, Kompol Fahrizal juga sempat mengalami kondisi seperti yang dihadapinya saat ini. Perilaku yang dimunculkan sama seperti ciri-ciri fisik yang kini terjadi pada Kompol Fahrizal.

"Kompol Fahrizal saat itu ditangani dokter kejiwaan, Dr. Mustafa, yang melakukan perawatan. Kompol Fahrizal saat itu diharuskan meminum obat selama enam bulan untuk memulihkan kondisinya," ungkapnya.

Sulitnya mencari dan menggali motif dari peristiwa tersebut juga diakui oleh Andi. Namun menurutnya, ini merupakan tantangan tersendiri bagi penyidik. Penyidik memastikan, kasus ini akan terus bergulir hingga ke pengadilan sebagai proses hukum.

"Itu juga sebagai komitmen adanya kepastian hukum dalam kasus ini, baik kepastian hukum bagi Kompol Fahrizal maupun bagi kepentingan umum," tukas Andi.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar