Korban Penipuan Calo Haji Tuntut Kejelasan Status Hukum Tersangka



ISN (Percut Sei Tuan) -- Wagiran (61), warga Jalan Pendidikan 1 Dusun XII Nomor 76 Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, berharap kepada Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Labuhan Deli agar segera menahan tersangka BSN karena tidak memberangkatkan haji dirinya bersama sang istri, Wagini, sesuai perjanjian.

Wagiran mengungkapkan, pelaku yang mengelola PT NRI telah ditahan Polsek Percut Sei Tuan sesuai laporan korban tertanggal 7 Maret 2018 atas tindakan penipuan dan penggelapan yang dilakukannya. Akan tetapi, berkas pemeriksaannya masih belum diterima jaksa penuntut umum (JPU).

Dia mengakui, dalam proses BAP kasusnya tersebut, pihak JPU Cabjari Labuhan Deli telah mengembalikan berkasnya sebanyak dua kali karena ada yang harus dilengkapi. Sebab itu, dirinya telah memenuhi beberapa poin yang diminta dan selalu berharap agar pengadilan segera menyidangkan pelaku.

Wagiran juga berkeyakinan petugas kepolisian akan bekerja maksimal melayani masyarakat sehingga kasus ini segera mendapatkan putusan hukum tetap.

"Juga diharapkan jadi pengalaman serta pelajaran kepada warga agar tidak mudah tertipu oknum yang dapat memberangkatkan haji dengan cara cepat," kata Wagiran, Selasa (22/5/2018).

Dia menceritakan, pada tanggal 19 Januari 2017 pelaku mendatangi kediamannya dan menjanjikan keberangkatan haji kepada korban paling lama pada tanggal 31 Agustus 2017 dengan biaya Rp 90 juta per orang.

Akan tetapi sampai batas waktu yang dijanjikan, pelaku tidak merealisasikan janjinya. Padahal korban secara bertahap telah memberikan uang senilai Rp 187 juta untuk biaya perjalanan haji bersama istrinya.

"Karena tidak terealisasi sesuai kesepakatan, makanya kami meminta uang kembali 100% sesuai perjanjian sebelumnya. Akan tetapi itu juga tidak dipenuhi pelaku sehingga kami terpaksa melaporkannya ke pihak berwajib," jelasnya.

Menurut Wagiran, setelah didesak, awalnya pelaku yang mengelola perusahaan bersama istrinya berinisial S, berjanji mengembalikan dana tersebut tanggal 10 Oktober 2017, namun tidak ditepati. Kemudian kembali berjanji tanggal 6 Januari 2018, tetapi kembali mangkir. Begitu juga tanggal 16 Januari 2018 pelaku kembali tidak menepati janjinya.

Bahkan BSN kembali berjanji mengembalikan pada 5 Februari 2018, tapi hanya membayar Rp 9 juta dan setelah itu tidak pernah mengembalikan sisanya.

Wagiran mengakui, keinginannya yang sangat besar untuk menyempurnakan rukun Islam kelima tanpa melalui antrean daftar tunggu yang sangat panjang, membuatnya harus membayar dengan biaya lebih mahal dari ongkos haji reguler.

"Pelaku datang ke kediaman saya dan menyampaikan kesanggupannya memberangkatkan haji dengan biaya Rp 90 juta per orang ditambah Rp 7 juta untuk dam dan kurban. Tapi tidak terlaksana," jelas Wagiran.

Sementara Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa pihaknya telah menahan pelaku penipuan dan penggelapan terhadap Wagiran.

Kompol Faidil juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyempurnakan BAP yang dikembalikan jaksa.

"Ya, semua item keterangan yang dibutuhkan telah dilengkapi dan Senin ini berkasnya kembali dilimpahkan ke JPU," ungkap Kompol Faidil.

Ketika disinggung tentang belum ditahannya istri tersangka yang menjabat sebagai direktur perusahaan PT NRI, Kapolsek menjelaskan, ketika pemeriksaan, S masih berstatus saksi. akan ditingkatkan menjadi tersangka sesuai bukti yang telah ada.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar