Pemred ISN: Pemerintah Masih Setengah Hati Proteksi Nasib Buruh



ISN (Medan) -- Setiap tanggal 1 Mei para buruh di seluruh dunia menggelar peringatan Hari Buruh Internasional atau biasa disebut May Day. Bahkan sejak tahun 2014 lalu menjelang aksi masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, May Day di Indonesia ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Penetapan May Day sebagai hari libur nasional diharapkan mampu memberi ruang lebih luas kepada para buruh di Indonesia dalam menyampaikan aspirasi, tuntutan serta keluh kesahnya selama ini.

Ribuan buruh di Kota Medan dan sekitarnya juga selalu tumpah ke jalan dalam memperingati May Day. Mereka menuntut pemerintah agar lebih peduli dan tanggap terhadap nasib para buruh yang hingga kini masih relatif memprihatinkan.

Banyaknya buruh yang diupah murah, buruh yang bekerja tanpa jaminan sosial, serta buruh yang di PHK secara sepihak oleh pengusaha tanpa diberi pesangon. Pemerintah pun selalu berupaya menanggapi tuntutan buruh tersebut dengan maksimal.

Pada peringatan May Day tahun ini, Pemerintah Kota Medan menggelar suasana keakraban dengan ribuan buruh yang tergabung dalam Gabungan Buruh Serikat dan Pekerja Indonesia (GABSI) di Gelanggang Remaja Medan, Selasa (1/5/2018).

Bahkan Walikota Medan, Dzulmi Eldin, tampak larut dalam suasana peringatan Hari Buruh dengan membawakan tiga buah lagu. Bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dadang Hartanto, Dandim 0201/BS Kolonel Inf. Bambang Herqutanto dan Kapolres Belawan AKBP Ikhwan Lubis, Eldin bernyanyi dan berjoged bersama ribuan buruh.

Sementara Pimpinan Redaksi (Pemred) Info Seputar Nusantara, Indra Surya Nasution, mengingatkan, momentum peringatan Hari Buruh Internasional jangan hanya dijadikan ajang seremonial tahunan yang tak memberi imbas positif bagi nasib buruh.

Menurut Indra, hingga 72 tahun usia kemerdekaan Indonesia, masih banyak buruh yang diperbudak oleh pengusaha dalam bekerja tanpa adanya jaminan kesejahteraan hidup. Realita ini harus disikapi serius oleh pemerintah agar gaung Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia benar-benar dirasakan oleh semua bangsa Indonesia, tak terkecuali kaum buruh.

"Kita tidak boleh menutup mata dengan kondisi nyata yang ada di sekitar kita. Ribuan buruh saat ini masih banyak yang mendapat gaji di bawah UMK. Bahkan masih banyak pengusaha yang tidak memberi perlindungan sosial kepada buruhnya, tidak didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, bahkan mereka bisa kapan saja memecat buruhnya jika dianggap masa kerjanya sudah terlalu lama agar pesangon yang dikeluarkan tidak banyak," papar Indra di Kantor Info Seputar Nusantara.

Lebih jauh Indra mengungkapkan, pemerintah masih terkesan setengah hati dalam memperhatikan nasib buruh yang bekerja tanpa perlindungan sosial dengan upah yang sangat minim. Hal ini bisa dibuktikan dengan tidak adanya pendataan pasti terhadap jumlah buruh dan jumlah perusahaan yang mempekerjakan buruh.

"Jika tidak ada pendataan jumlah buruh, inikan jadi rentan terhadap eksploitasi buruh tanah air. Bagaimana mungkin pemerintah mau memproteksi buruh jika tidak ada pendataan pasti terkait dimana mereka bekerja dan siapa bos mereka. Kita lihat sendiri masih banyak perusahaan yang mempekerjakan ratusan buruh secara terselubung. Pertanyaannya, ada tidak keseriusan pemerintah untuk memproteksi pahlawan devisa dalam negeri kita ini," tegas Indra.

"Jangankan buruh yang ada di luar negeri, buruh dalam negeri saja masih banyak yang nasibnya terabaikan oleh pemerintah."

Meski demikian, Indra mengapresiasi semangat kaum buruh yang senantiasa tetap turun ke jalan untuk terus menyuarakan aspirasi dan tuntutan mereka dalam rangka Hari Buruh Internasional.

"Tetap semangat kawan-kawan buruh. Sejatinya kalian adalah pahlawan devisa bagi bangsa ini meski nasib kalian masih sering terancam. Tetap suarakan hak untuk anak-istri dan kehidupan yang lebih layak. Selamat Hari Buruh," tandas Indra.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar