Ramadhan Pohan Divonis 3 Tahun Penjara



ISN (Medan) -- Pengadilan Tinggi (PT) Sumatera Utara menjatuhkan hukuman kepada Ramadhan Pohan selama 3 tahun penjara. Vonis itu lebih tinggi dari putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang hanya menghukum 15 bulan penjara.

"Hukuman Ramadhan Pohan 3 tahun penjara sudah kita terima berdasarkan akta putusan dari Pengadilan Negeri Medan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sumanggar Siagian, Selasa (15/5/2018).

Ramadhan Pohan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebesar Rp 15.3 miliar terhadap korbannya bernama Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar dan Rotua Hotnida Simanjuntak. 

Dengan itu, ia dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 378 jo Pasal 65 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sumanggar menjelaskan, putusan majelis hakim PT Sumatera Utara sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntutnya selama 3 tahun penjara. Namun demikian, pihak Kejati Sumut menunggu upaya hukum lanjutan disampaikan Ramadhan melalui kasasi di Mahkamah Agung (MA).

"Kalau terdakwa melakukan upaya hukum kasasi ke MA kita wajib juga mengajukan kasasinya," jelasnya.

Disinggung soal penahanan dari putusan PT Sumut, Sumanggar mengatakan, ia belum melihat seluruh akta putusan PT Sumut.

"Baru saja kita terima, saya belum membaca semuanya. Kalau di dalam memori banding kita ajukan meminta bersangkutan untuk ditahan," ungkapnya.

Sementara itu, Savita Linda Hora Panjaitan selaku mantan bendahara pemenangan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan periode 2015-2020, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma hukumannya, diperberat Pengadilan Tinggi Sumatera Utara menjadi 1 tahun penjara dari sebelumnya 9 bulan penjara.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar