Rebutan Perempuan, Dua Bocah Berkelahi Hingga ke Polisi



ISN (Medan) -- Lantaran cemburu pacarnya dekat dengan lelaki lain, IMT (16), yang masih berstatus siswa kelas 1 SMA nekat memukuli BAP (16), remaja yang disebut dekat dengan pacarnya. 

Peristiwa itu sebenarnya terjadi lebih kurang sebulan lalu. Saat itu, BAP yang tinggal di Jalan Sukadono, Kampung Lalang Medan, mengalami luka di bagian hidung hingga mengeluarkan banyak darah. 

Meski begitu, orang tua BAP tidak segera melaporkan peristiwa itu ke polisi lantaran masih berupaya menempuh jalan kekeluargaan. Namun sebulan berlalu dan IMT beserta keluarganya tak menunjukkan iktikad baik untuk biaya perobatan, BAP bersama orang tuanya pun melaporkan aksi pemukulan itu ke Mapolsek Sunggal, Kamis (17/5/2018). 

Ditemui saat hendak membuat laporan pengaduan, BAP ditemani kedua orang tuanya menceritakan peristiwa yang dialaminya. Menurut siswa kelas 1 SMA itu, dia memang sedang dekat dengan AP (15) yang tak lain sepupunya sendiri. 

Meski keduanya masih berstatus keluarga, IMT yang menjadi pacar AP tetap saja cemburu mengetahui kedekatan mereka. Dia pun memperingati BAP agar tak terlalu dekat dengan gadis pujaan hatinya. 

"Aku sering duduk-duduk di sekitar rumah sama AP. Namanya abang sama adik, kan biasa ngobrol, cerita-cerita. Entah kenapa dilarangnya aku dekat sama AP. Dia melarang dari FB," ungkap BAP. 
Pelaku


Namun, teguran IMT itu tak dihiraukan BAP karena dia merasa tak ada yang salah pada hubungannya dengan AP. Dia pun tetap saja melanjutkan hubungannya dengan AP hingga satu hari mereka jalan bareng. Hal itu pun akhirnya sampai ke telinga IMT. Dengan emosi, remaja yang tinggal di Jalan Tani Asli, Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, itu mendatangi kediaman BAP dan langsung membuat keonaran.

Setelah adu mulut beberapa waktu, IMT yang sudah dimabuk cinta dan kalap langsung memukul wajah BAP. Akibatnya hidung pemuda itu berdarah dan membengkak. BAP yang tak mau kalah mencoba melawan dengan melemparkan batu ke arah IMT, meskipun tak sempat mengenai sasaran. 

"Bengkak hidung ku waktu itu. Udah berobat kami dan sudah sembuh. Tapi sesekali masih berobat jalan juga," lanjutnya.

Kabar pertengkaran itu pun kemudian sampai kepada orang tua BAP. Merasa masih kenal, orang tua BAP pun menghubungi keluarga IMT dan meminta agar mereka bertanggungjawab atas biaya perobatan anaknya. Bukan pertanggungjawaban yang didapat, orang tua IMT malah menuding kalau BAP yang memulai perkelahian tersebut. 

"Udah kami hubungi, kami suruh datang biar diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi mereka nggak mau datang. Malah kami yang disuruh datang kesana. Ya nggak mau lah kami datang. Terus mereka bilang anak kami yang salah karena melempar anaknya duluan, makanya dipukul anak kami," tutur ibu BAP. 

Perempuan yang jadi rebutan


Kekesalan wanita berjilbab cokelat itu pun semakin memuncak lantaran IMT yang tak merasa bersalah malah mengolok-olok BAP melalui jejaring sosial. Tindakan itu pun membuat kesabaran orang tua BAP habis dan melaporkan IMT ke Polsek Sunggal.

"Waktu kejadian itu kami udah visum. Tapi karena mikir mereka masih pelajar, kami coba jalur kekeluargaan. Tapi mereka nggak mau. Malah si IMT itu ngejek-ngejek dari status FB. Ya udah kami laporkan aja lah sekarang," tegasnya

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Budiman Simanjuntak, ketika dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan BAP. "Laporan sudah kita terima. Secepatnya kita amankan pelaku," jawab Budi, dilansir Jumat (18/5/2018).
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar