Simpati PB HMI Terhadap Aksi Terorisme di Surabaya




ISN (Surabaya) -- Tindakan radikalisme dan aksi terorisme yang kembali mencuat, mencuri perhatian semua kalangan karena memunculkan rasa khawatir serta duka mendalam bagi segenap masyarakat Indonesia.

Pengeboman tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur, menyita keprihatinan masyarakat Indonesia karena aksi terorisme kembali mengancam ketenteraman hidup bangsa.
Menyikapi luka bangsa tersebut, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui Bidang Pendidikan, Riset dan Teknologi, melaksanakan seminar nasional di Kota Surabaya.

Menurut Ketua Bidang (Kabid) Pendidikan, Riset dan Teknologi PB HMI, Hari Wahyudi, aksi pengeboman gereja di Surabaya yang menewaskan belasan orang itu merupakan sebuah pengkhianatan terhadap kemanusiaan dan berpotensi mengganggu keutuhan negara.

Sebab itu pihaknya berinisiatif menggelar seminar nasional dengan mengangkat tema 'Peran Pendidikan Karakter Dalam Upaya Menangkal Radikalisme' dan dihadiri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, sejumlah akademisi dan Polda Jawa Timur.

"Kami melaksanakan seminar nasional di Surabaya sebagai bukti simpatik terhadap apa yang terjadi di Kota Pahlawan ini," kata Hari Wahyudi, Rabu (23/5/2018).
'
"Tindakan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab ini sangat kami sayangkan. PB HMI mengecam tindakan tersebut," tegasnya.

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, sambung Hari, tentunya PB HMI turut bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi di bumi pertiwi.

Hari juga mengingatkan pemuda dalam hal ini mahasiswa agar lebih berperan aktif terhadap dinamika kebangsaan yang ada dan harus berani mengambil sikap dari kejadian yang timbul termasuk paham radikalisme.

Muzakki selaku ketua panitia dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa mahasiswa harus bersikap tegas terhadap kasus yang sedang mendera masyarakat Indonesia. Menurutnya, mahasiswa juga harus bertindak aktif dalam menanggapi fenomena ini.

"Kita tidak boleh takut dengan mereka karena mereka hanyalah hantu gentayangan yang harus kita basmi bersama," ucap Muzakki.

Hari menambahkan, meski kejadian itu disikapi oleh masyarakat secara luas, namun ketika tidak terjalin kerjasama yang baik antara semua sektor, tentu masalah ini tidak akan terselesaikan dengan baik.

"Kami sangat berharap dari kegiatan ini dapat terbangun hubungan yang baik terkhusus kerjasama antara PB HMI dengan pihak-pihak yang lain," sambung Hari.

"Tidak lanjut dari kegiatan ini, Kamis (24/5), kami akan melaksanakan tabur bunga di lokasi pengeboman bersama beberapa pihak yang ada di Surabaya, salah satunya pihak kepolisian," tukas Hari Wahyudi.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar