Tanyakan Haknya, Guru Honor Justru Dipecat



ISN (Deli Serdang) -- Dunia pendidikan kembali berduka setelah seorang guru honor dipecat secara sepihak karena mempertanyakan haknya yang tak dibayarkan oleh pihak yayasan.

Sabtu (5/2018) menjadi hari yang cukup menyakitkan bagi SR, seorang guru di Yayasan MIS Al-Hajj Mugiono Bejo di Jalan Datuk Kabu Pasar III, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Awalnya SR datang menghadap salah seorang perwakilan yayasan, Muliadi Tarigan, untuk mempertanyakan honornya yang belum dibayar meski sudah lewat jadwal yang seharusnya. Namun bukan hak yang diterimanya, melainkan kata-kata yang tak pantas diucapkan kepada seorang pendidik.

"Kalau aku gak mau ngasih kenapa rupanya?" kata SR menirukan ucapan Muliadi.

Perlakukan tak mengenakan pihak yayasan ternyata tidak berhenti sampai disitu. Pada hari Senin (7/5/2018), SR dipanggil pihak yayasan untuk menyerahkan honornya beserta surat pemecatan dirinya. Hal ini tentu saja membuat SR yang merupakan orang tuan tunggal sangat terkejut.

"Saya tidak tahu apa salah saya sehingga dipecat," sambungnya dengan raut wajah sedih.

Menanggapi hal ini, Direktur Citra Pendidikan Nusantara M. Taufiq Hidayah Tanjung mengatakan, perlakuan yang diterima SR sungguh memprihatinkan dan sangat tidak pantas terjadi dalam dunia pendidikan.

"Kado pahit harus kita terima tiga hari setelah Hardiknas. Pemecatan itu ada prosedurnya, gak bisa sepihak, harus ada surat peringatan, namun ini tidak ada," jelas Taufiq, Jumat (11/5/2018).



Taufiq mengaku sudah bertemu dengan SR dan siap untuk mendampingi yang bersangkutan dalam mengadukan nasibnya ke pemerintah.

"Kita sudah turun langsung dan bertemu korban, beliau sudah menjelaskan semua kejadiannya dan ini harus diusut sampai tuntas. Tidak bisa dibiarkan. Kita segera surati Kanwil Kemenag Sumut sampai pusat untuk mengkaji ulang izin yayasan itu," tegasnya.

Selain itu, Taufiq juga mengungkap ada indikasi kejanggalan dalam sistem keuangan yayasan yang sejatinya sudah ditopang oleh dana Bantuan Operasional Siswa (BOS).

"Yayasan tersebut sudah menerima dana bos. Kita dapat informasi bahwa setiap guru menandatangani penerimaan dana bos sebesar Rp 350.000 per guru, namun realisasinya gak ada diterima. Inikan perlu diselidiki," tandasnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar