Terindikasi Tipu Rekanan, Mantan Bupati Tapteng Jadi Tersangka


ISN (Medan) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara menetapkan mantan Bupati Tapanuli Tengah Sukran Tanjung sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan saat menjabat sebagai bupati, Jumat (18/5/2018) kemarin.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, Sukran sebelumnya dilaporkan oleh Joshua Maruduttua Habeahan pada 30 April 2018 dengan nomor LP 546/IV/2018/ SPKT III. Dalam laporan Joshua, terdapat dua nama terlapor, yakni Amirsyah Tanjung dan Sukran Jamilan Tanjung.

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap sejumlah saksi, Joshua Maruduttua awalnya bertemu dengan Amirsyah Tanjung (terlapor satu). Keduanya, sambung Tatan, membahas pengerjaan proyek konstruksi senilai Rp 5 miliar.

"Nah, Sukran yang menjabat sebagai Bupati memerintahkan Amirsyah untuk meminta sejumlah uang administrasi," kata Tatan, dilansir dari Metro Online, Minggu (20/5/2018).

Uang yang diminta oleh Sukran Tanjung melalui Amirsyah Tanjung kepada Joshua sebesar Rp 450 juta dengan harapan akan diberikan sejumlah proyek, salah satunya pembangunan konstruksi. Uang tersebut pun dikirim melalui rekening.

Mantan Wakapolrestabes Medan itu memaparkan, hubungan Sukran dengan Amirsyah adalah saudara kandung. Meskipun sudah memberikan sejumlah uang, proyek yang dijanjikan tidak kunjung ada.

"Dari hasil gelar perkara dan bukti yang mencukupi, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini," ungkapnya.

Rencanaya, terang Tatan, penyidik akan melakukan pemanggilan keduanya dengan status tersangka. Atas perbuatannya, kedua abang beradik itu dikenakan Pasal 378, 372 KUHP.

"Ya, semuanya mencukupi, bukti, keterangan saksi, makanya status mereka naik jadi tersangka," tukasnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar