Usai Dapat 'Enak' Lupa Janji Manis, Bocah 19 Tahun Lebaran di Sel



ISN (Medan) -- Kalau ada yang disebut 'buaya darat', MWR (19) mungkin tergolong salah satunya. Bagaimana tidak, saat birahinya memuncak, segala janji manis diucapkan. Tapi begitu dapat, dia pun lupa janji dan meninggalkan pacarnya yang berinisial NAS (15). 

Gadis remaja yang tak terima pelecehan seksual tersebut, akhirnya melaporkan Sang Arjuna ke polisi. Alhasil, MWR pun dijemput polisi saat pulas tertidur di rumahnya di Jalan Krakatau, Gang Ikhlas, Kecamatan Medan Timur, Kamis (24/5/2018). 

Cerita bermula awal Februari lalu. Saat itu NAS dan sang pemuda telah berpacaran selama beberapa bulan. Karena sudah terbiasa mendatangi rumah sang kekasih, Minggu (11/2/2018) sekira jam 10.00 WIB, Wahyu pun kembali mendatangi NAS di kediamannya di Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak. Tiba disana, ternyata NAS sedang mencuci pakaian dan hanya sendirian di rumah. 

Melihat situasi sepi, mendadak MWR girang seolah mendapat durian runtuh. Dia kemudian menarik NAS masuk ke dalam kamar ibunya. Di dalam kamar, sang pemuda kemudian langsung menggerayangi tubuh sang gadis. Tiba pada puncaknya, dia coba merayu NAS untuk melakukan hubungan intim. Tapi ajakan itu spontan ditolak gadis yang masih berstatus pelajar SMA tersebut.

Tak habis akal, MWR kemudian membujuk NAS dengan segala rayuan dan janji manis akan menikahinya. Sang gadis yang terbuai dengan janji pujaan hatinya itu akhirnya terlena dan pasrah. 

"Saat itu korban sedang mencuci dan pelaku datang. Saat dirayu, pelaku berjanji akan menikahi korban," beber Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin, Jumat (25/5/2018). 

Berhasil sekali, sanga Buaya Darat mulai ketagihan. Berulang kali mereka melakukan perbuatan terlarang itu. Tapi satu hari, karena mungkin sudah merasa bosan, MWR mendadak memutuskan tali kasih dengan NAS. 

Keputusan itu sontak membuat NAS terkesima dan tak bisa menerimanya.  Namun sang 'Don Juan' bersikukuh untuk tak menyambung hubungan mereka. 

Tak terima ditinggal begitu saja, NAS pun menceritakan apa yang telah terjadi kepada orang tuanya. Pengakuan NAS membuat IR, orang tua NAS bak tersambar petir di siang bolong. Dia pun segera mengajak putrinya membuat laporan ke Mapolsek Patumbak sesuai bukti lapor bernomor: LP/270/IV/2018/Su/Restabes/Sek Patumbak. 

Petugas menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan. Setelah 2 bulan lebih berlalu, Kamis (24/5/2018) dinihari, keberadaan MWR terendus petugas. Tanpa perlawanan berarti, dia diciduk dari rumahnya di Jalan Krakatau saat sedang tertidur lelap. 

"Pelaku kita amankan di rumahnya, Kamis (24/5/2018) sekira jam 00.45 Wib. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik," jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Timur itu. 

Akibat perbuatannya, MWR terancam tak dapat menikmati hidangan kue lebaran di rumahnya. Dia terancam meringkuk selama 15 tahun di penjara. 

"MWR kita jerat dengan pasal 81 ayat 1 jo pasal 76D dan atau pasal 82 ayat 1 jo pasal 76E dari UU RI no 35 tahun 2014/UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," pungkas Yaqin.

Sumber: Metro 24 Jam
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar