Wanita Paruh Baya Kerap Dipukuli Sejak Suami Ikut Perkumpulan Aneh



ISN (Medan) -- Seorang warga Jalan Tapian Nauli, Kecamatan Medan Sunggal, berinisial AH (33) mendatangi Mapolsek Sunggal untuk melaporkan suaminya, SY alias TPT (43). 

AH mengaku kerap dianiaya sang suami hingga tubuhnya mengalami lebam-lebam. Ditemui di Mapolsek Sunggal saat hendak membuat laporan, perempuan ini mengaku bahwa penganiayaan yang dialaminya berawal dari keikutsertaan sang suami dalam satu perkumpulan aneh. 

Gara-gara itu, dia juga mengaku diusir oleh sang suami dari rumah yang mereka tempati selama ini.

"Suami ku itu entah ikut perkumpulan apa. Sudah 5 tahun dia ikut itu, sampai-sampai aku pun diusir dari rumah," kata AH, dilansir dari Metro 24 Jam, Jumat (4/5/2018). 

AH mengaku menikah dengan suaminya sejak 6 tahun lalu. Namun setelah suaminya mengikuti perkumpulan aneh tersebut, dia mendapat perlakuan tak wajar hingga akhirnya merasa tak tahan dan melaporkan sang suami ke polisi. 

"Aku diusir dari rumah. Badan ku pun biru-biru ini dibuatnya," ucapnya seraya menunjukkan beberapa bagian di tubuhnya yang lebam kepada wartawan. 

Namun sayang, usai keluar dari ruang SPK Mapolsek Sunggal, AH tertunduk lesu. Pasalnya laporan pengaduannya belum bisa diterima petugas. 

"Aku udah disuruh visum dan sudah ku lakukan. Tapi dibilang mereka nggak bisa diterima laporan ku," ucapnya heran. 

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Budiman Simanjuntak, ketika dikonfirmasi mengatakan, permasalahan AH merupakan internal keluarga. Budiman juga mengatakan sudah pernah melakukan mediasi terhadap AH dan suaminya beberapa waktu lalu. 

"Kemarin, Senin (30/4/2018), dia bilang ke kita kalau barang-barangnya diangkat dari rumah. Terus kita datang ke lokasi, ternyata yang keluarin barang itu suaminya sendiri. Kita juga sudah memediasi dihadiri Muspika. Dalam mediasi itu, suaminya mau pindah. Si AH yang tidak mau pindah," jelas Budiman saat ditemui di ruang kerjanya. 

Dijelaskan mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota itu, rumah yang ditempati AH dan suaminya merupakan milik kakak ipar AH.  

"Sudah kita cek, rumah itu milik kakak iparnya. Ada SHM atas nama kakaknya. Dan ketika anggota kita ke lokasi, tidak ada aksi pemukulan. Jadi bukan tidak kita tanggapi. Sudah kita tanggapi, hanya saja kita tidak bisa menerima laporannya," tegas Budiman.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar