Ada Aroba Mistis Dalam Pengakuan Tiga Jagal Madina



ISN (Madina) -- Pembunuhan berantai yang menggegerkan Desa Lubuk Kancah, Kecamatan Rantobaek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), masih menyimpan misteri. 

Hingga Rabu (6/6/2018), polisi masih menggali motif di balik aksi sadis trio jagal, Mahdi cs, Kapolres Madina, AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan, Mahdi sebenarnya masih memiliki hubungan keluarga dengan para korban.

Mahdi mengaku mendapat bisikan gaib, saat kampung mereka, Desa Lubuk Kancah, Kecamatan Rantobaek, disebut-sebut akan dilanda bencana.

"Mereka diinfokan bahwa desa tersebut akan terkena bencana besar," kata AKBP Irsan.

Selentingan bencana itu membuat warga Desa Lubuk Kancah, sepakat meninggalkan kampun untuk mencari tempat aman. Mereka pun berangkat dari rumah menelusuri jalan setapak menuju hutan atau kawasan yang lebih tinggi dari desa mereka. 

"Mereka mencari tempat yang tinggi dan bukit-bukit dan selama proses itulah terjadi semua pembunuhan-pembunuhan tersebut," ungkap AKBP Irsan, dilansir dari Metro24Jam.

Pertama kali, warga dikejutkan dengan temuan mayat Risma Lubis, di Blok S Simpang Koladi Perkebunan Sawit Plasma Tani Saroha Desa Muara Bangko, Kamis (31/5/2018), sekira jam 13.00 WIB. Keesokan harinya, Jumat (1/6/2018), warga yang mengungsi kembali heboh setelah satu lagi warganya hilang. Dedi (15), yang sebelumnya ikut dalam perjalanan pengungsian, mendadak tak terlihat. Dedi kemudian ditemukan tewas di dalam sungai dengan kondisi tubuh penuh bekas penganiyaan.

Disebut Kerasukan Iblis, Tiara Dilemparkan ke Sungai

Dijelaskan AKBP Irsan, rombongan tersebut merupakan warga yang tinggal berdekatan di desa Lubuk Kancah dan masih mempunyai hubungan keluarga. 

"Ada 10 keluarga yang pergi mengungsi, termasuk Tiara," kata Kapolres. 

Tiara, bocah berusia 5 bulan itu tewas saat rombongan warga melintasi jembatan sungai. Saat itu sang bocah berada dalam gendongan ibunya.

Namun, ketika itu Mahdi tiba-tiiba meminta kepada ibunda Tiara, agar bocah itu gantian digendong olehnya. Begitu Tiara dalam gendongannya, Mahdi kemudian berucap bahwa Tiara terlihat seperti kerasukan setan. 

"Saat menyeberang diminta gantian digendong. Dibilangnya bayi itu sudah kerasukan iblis," beber Kapolres, menceritakan pengakuan Mahdi. 

Sesaat kemudian, Mahdi melemparkan Tiara persis ke bawah jembatan sungai. Lanjut Kapolres, hasil pemeriksaan terhadap Mahdi cs, mereka tega melakukan aksinya itu dengan dalih bahwa ketiga korban telah dirasuki iblis. 

"Pengakuan tersangka, ketiga korban disebut sudah kerasukan iblis," sebut Kapolres.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar