Gawat, Pelaku Penganiaya Wartawan Dilepas Polisi Karena Alasan Ada Jaminan Keluarga



ISN (Asahan) -- Akibat bercanda di warung internet (warnet), dua orang abang beradik, Taufik dan Rinadi, menganiaya Adha Khairudin (32), warga Jalan Sisingamangaraja, Kisaran. Akibatnya korban babak belur dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum H Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran.

Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, awalnya korban Adha Khairudin bercanda dengan Taufik hingga terjadi saling dorong dan pukul di Plus Net Jalan Sisingamangaraja.

Namun tanpa alasan jelas, tiba-tiba abang Rinadi yang merupakan abang Taufik datang dan langsung memukul korban dari belakang dengan botol minuman ringan. Kemudian Rinadi ikut memukul dengan potongan kursi warnet hingga korban babak belur.

Setelah dianiaya hingga babak belur, korban berhasil kabur menyelamatkan diri dari dalam warnet sambil berlari meminta tolong abangnya yang merupakan seorang wartawan.
Namun ketika abang korban, Hendri Arbain, datang dan mau bertanya kepada adiknya, tiba-tiba dari dalam warnet kedua pelaku langsung kembali beringas dengan mengejar 

Adha Khairudin sambil memukulnya dengan botol dan sebatang patahan kursi.
Melihat hal itu, abang korban yang akan melerai malah menjadi sasaran oleh pelaku Rinadi. Dengan mengatakan "kau lagi ya," abang korban juga dipukuli pelaku bertubi-tubi ke arah kepalanya.

Melihat hal itu Hendri Arbain langsung menangkis dengan tangannya hingga luka-luka dan lebam. Namun ketika Hendri akan mengejar dan melakukan perlawanan, seorang bernama Wahyu justru menarik baju Hendri dan memeluknya. Alhasil R leluasa memukuli wajah dan badan Hendri.

Karena banyak warga yang melerai, akhirnya Hendri bersama adiknya langsung membuat laporan ke Mapolsek Kota Kisaran.

Namun ketika korban Adha Khairudin akan membuat laporan, kondisinya melemah sehingga muntah-muntah dan pingsan. Akhirnya korban dirujuk ke RSU HAMS Kisaran untuk menjalani opname.

Karena korban belum bisa membuat laporan, akhirnya Hendri yang turut menjadi korban membuat laporan secara resmi ke Polsek Kota Kisaran.

Setelah beberapa jam kemudian, petugas Polsek Kota Kisaran langsung menangkap dan mengamankan kedua pelaku. Namun setelah keduanya ditangkap, polisi justru mengeluarkan kedua tersangka dengan alasan adanya jaminan dari pihak keluarga.

"Keduanya dikeluarkan karena ada jaminan dan diwajibkan melapor seminggu dua kali," ujar Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Rianto.

Terpisah, abang korban yang lain, Arnes Arbain, mengaku keberatan dengan sikap Kapolsek Kota Kisaran yang seenaknya mengeluarkan kedua pelaku penganiaya kedua adiknya.

Apalagi korban Adha Khairudin masih harus menjalani perawatan RSU HAMS Kisaran. Bahkan karena kondisi kepalanya masih sakit, kemungkinan besar korban akan dirujuk ke rumah sakit di Medan.

"Enak-enak saja Kapolsek Kota mengeluarkan kedua pelaku. Sementara adik saya masih opname kesakitan menahankan sakit akibat dikeroyok kedua pelaku. Kok malah mereka dikeluarkan dengan alasan dijamin," sesalnya, Jumat (22/6/2018).
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar