Masih Akan Ada Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi SMKN 1 Medang Deras



ISN (Batubara) -- Polres Batubara masih membidik tersangka lain yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi SMK Negeri 1 Medang Deras yang merugikan negara hingga Rp 436.367.000.

Selain itu, polisi juga akan mempelajari kembali pihak-pihak mana saja yang diduga terlibat dalam kasus tersebut sehingga tidak menutup kemungkinan akan menyeret mantan pejabat Dinas Pendidikan setempat.

Kapolres Batubara melalui Kepala Unit Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) Polres Batubara, Ipda Jimmy Sitorus, Kamis (21/6/2018) mengatakan, pihaknya telah merilis satu orang tersangka yang ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi Dinas Pendidikan Batubara. Hal ini berdasarkan keterangan dari 22 saksi.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan saksi, kami telah menetapkan saudara MB sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dinas Pendidikan. Sementara yang lainnya akan diumumkan usai Pilkada," kata Jimmy dalam rilis yang diterima Jumat, (22/6/2018).

Ipda Jimmy Sitorus juga menyampaikan, pihaknya akan terus mencari keterlibatan pihak dinas terkait sehingga memungkinkan adanya tambahan tersangka baru.

"Iya, kemungkinan akan ada tersangka lainnya. Karena kasus korupsi ini tidak mungkin tersangka MB sendiri yang melakukan," ucap Jimmy.

Terkait kelanjutan kasus korupsi di SMK Negeri 1 Medang Deras, Polres Batubara hingga kini sudah melimpahkan berkas perkara ke Polda Sumut.

"Sejauh ini kita masih melakukan pelimpahan perkara dan sedang berkoordinasi di Polda dan tetap menunggu petunjuk dari JPU," tuturnya.

Seperti diketahui, Polres Batubara telah menetapkan Ketua Panitia II proyek Pembangunan SMKN 1 Medang Deras, MB, sebagai tersangka.

Dalam SPDP tertulis laporan kejadian tindak pidana korupsi dengan nomor K/77/Vl/res.3.3/2018 tertanggal 04 Juni 2018. Selain itu, SPDP juga mencantumkan dasar surat perintah penyidikan lanjutan dengan nomor Sp.sidik/269-A/l/reskrim tanggal 02 Januari 2018.

Penyidik menjerat MB sebagai tersangka awal terhitung dalam proyek pembangunan ini sejak dikeluarkannya surat penetapan tersangka: Nomor: SP- tap tsk/ 12/v/res/3.3/reskrim tertanggal 30 Mei 2018.

MB diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi lanjutan atas proyek pembangunan bernilai Rp 2,4 miliar sebagai ketua panitia pengganti dalam pembangunan yang sebelumnya ditunjuk pimpinan Dinas Pendidikan Batubara karena meninggalnya ketua panitia pertama, Nirwansyah, lantaran terkena stroke disebabkan gonjang-ganjing proyek tersebut tidak dapat tercapai sesuai masa target yang ditentukan dalam Juknis 02 PS 2016.

Selain itu, saksi kunci dalam kasus korupsi pembangunan sekolah ini yang berstatus konsultan, Zulkarnain, dikabarkan juga meninggal beberapa bulan silam.

Penyebab kematian saksi kunci tersebut hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti.

"Konsultan yang bersangkutan sudah meninggal, tapi terkait kematiannya sejauh ini kita belum dapat informasi yang lebih rinci, hanya dapat kabar dari pihak keluarga saja, nanti akan kita selidiki," kata Jimmy Sitorus.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar