Pukat Harimau Diturunkan Untuk Mencari KM Sinar Bangun



ISN (Samosir) -- Pada hari ke-10 yang menjadi hari terakhir pencarian KM Sinar Bangun, tim SAR gabungan menurunkan pukat harimau ke Danau Toba. 

Sehari sebelumnya, jangkar yang digunakan untuk menyisir dasar perairan Tigaras-Simanindo tersangkut benda yang diduga bangkai KM Sinar Bangun.

"Hari ini kita kerja lebih rapi karena cuaca mendukung, kemarin kita susah membentuk formasi. Jangkar kita tersangkut objek besar, belum tahu apakah itu KM Sinar Bangun, tapi dugaannya benda seperti papan," kata Kepala Basarnas Masekal Muda TNI M Syaugi, Kamis (28/6/2018).

Pukat harimau didatangkan dari Belawan dan Sibolga. Alat ini bisa menyisir hingga kedalaman 1.000 meter. Harapannya benda-benda yang diduga bagian dari KM Sinar Bangun dapat segera ditemukan.

"Kita pinjam dari BPPP Sibolga dan Belawan. Kita instal, paginya akan kita sapu ke area yang sudah kita tentukan. Dengan menggunakan jangkar ada yang nyangkut, harapannya dengan pukat lebih memberi petunjuk. Mulai kemarin, kita mengizinkan keluarga korban ikut melakukan pencarian," ucap Syaugi.

Eko Manurung, salah seorang keluarga korban yang masih bertahan di Pelabuhan Tigaras mengatakan, saat ini pelabuhan sudah mulai sepi. Hanya tinggal beberapa keluarga korban dan petugas yang masih terus pencari KM Sinar Bangun.

"Tidak sampai seratusan orang yang tinggal, sepi disini. Apalagi kemarin Pilkada," sebutnya.

Menurutnya, saat ini petugas sedang merakit pukat harimau di atas kapal. Ditanya apakah hari ini menjadi hari terakhir pencarian, Eko mengatakan sedang menunggu hasil rapat.

"Sore ini keputusannya. Tadi malam rapat hanya soal pengoperasian pukat," ungkap Eko.

KM Sinar Bangun karam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6/2018) petang. Sebanyak 21 orang selamat dan 3 orang meninggal dunia, sedangkan 164 orang masih dinyatakan hilang. Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan penemuan korban terbaru. 

Tim SAR gabungan hanya menemukan barang-barang diduga milik para penumpang kapal berupa sandal, helm dan pelampung.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar