Demam Piala Dunia Membuat Pemilik Warkop Anugerah Kewalahan



ISN (Medan) -- Gelaran Piala Dunia 2018 sudah memasuki babak final. Hampir satu bulan penuh miliaran pendudukan dunia dibius dengan penampilan menawan bintang-bintang sepakbola dalam membela negaranya.

Semua kalangan ikut larut dalam menyaksikan hajatan sepakbola paling akbar di muka bumi yang berlangsung empat tahunan ini, tak terkecuali di Indonesia.
Perancis dan Kroasia akan tampil di final, Minggu (15/7/2018) dini hari WIB, untuk memperebutkan gelar juara dalam Piala Dunia edisi ke-21 di Rusia.

Kedua negara itu sama-sama belum pernah kalah sejak babak penyisihan grup. Bahkan Kroasia yang baru pertama kali melangkah ke partai final, selalu menang dalam enam laga sebelumnya. Berbeda dengan Perancis yang sempat ditahan imbang oleh Denmark di babak penyisihan grup.

Untuk memanjakan para tifosi sepakbola di Kota Medan dan sekitarnya, Warkop Anugerah yang terletak di Jalan Pasar V Medan Estate, tepatnya di depan Universitas Negeri Medan (Unimed), menyediakan dua layar lebar dan dua televisi ukuran jumbo agar ratusan penikmat sepakbola yang tiap malam hadir bisa menyaksikan laga demi laga dari berbagai sudut.

Meski ratusan penikmat sepakbola, baik laki-laki maupun perempuan, hadir setiap malamnya, namun tidak ada yang merasa kecewa karena tidak kebagian tempat. Semua tetap terlayani dengan baik sehingga menit demi menit tiap pertandingan bisa dirasakan penuh sensasi.

Euforia semakin terasa karena pihak pemilik Warkop Anugerah membagi dua sisi dengan batas jeruji besi setinggi satu meter bagi suporter fanatik kedua tim yang sedang bertanding. Sebab itu, kedua kubu suporter bisa merasakan nikmatnya nonton tim jagoannya berlaga dengan sensasi layaknya berada dalam stadion.

"Meski potensi pertikaian antar suporter sangat minim, namun kita sengaja membuat pagar pembatas dengan tinggi satu meter untuk menambah animo persaingan antar kedua belah pihak suporter," ujar Pemilik Warkop Anugerah, Nova Liza, Jumat (13/7/2018).

"Mereka datang dengan atribut lengkap negara jagoannya. Biasa saling nyanyi yel-yel, saling sorak, bahkan saling ejek, namun tidak ada yang sampai adu fisik. Bahkan usai pertandingan, semua saling bersalaman dan ketawa sama," sambung Nova.

Akibat maraknya penonton yang menyaksikan gelaran Piala Dunia di Warkop Anugerah, pihak manajemen mengaku kewalahan karena banyaknya pesanan yang datang. Meski demikian, Nova mengaku tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memberi pelayanan terbaik kepada seluruh pengunjung yang datang untuk menyaksikan gelaran Piala Dunia.

"Apalagi besok malam final, pasti akan lebih membludak. Namun Alhamdulillah semua masih bisa di-handle dengan baik," sebut Nova.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar