LBH Medan Siap Dampingi Korban Pencabulan Anak di Bawah Umur



ISN (Deli Serdang) -- Kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan seorang pria beranak tiga, Ahmad Muhammad Taufiq (36) di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mengundang keprihatinan banyak pihak.

Keprihatinan ini dikarenakan korban berinisial ES (16) yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus menanggung malu dan tidak bisa mengikuti ujian nasional.

Aksi cepat petugas dari Polsek Percut Sei Tuan dalam mengamankan pelaku, mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Deli Serdang, Indra Surya Nasution.

Indra yang sejak awal mendampingi keluarga korban dalam mencari keadilan untuk anaknya, mengaku salut dengan sikap Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri. Menurutnya, meski keluarga korban tergolong sangat tidak mampu, namun Kapolsek tetap menaruh perhatian penuh atas kasus ini.

"Kami adukan sama Kapolsek kasus ini via seluler. Satu hari kemudian pelaku langsung ditangkap. Respon cepat Kapolsek dan jajarannya patut kita apresiasi. Sebab keluarga korban yang berada pada taraf ekonomi rendah, masih bisa mendapat keadilan yang sama di mata hukum," sebut Indra, Rabu (25/7/2018).

Lebih jauh Indra yang juga Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Deli Serdang, berkomitmen akan mendampingi keluarga korban sampai kasus ini putus di pengadilan.

"Kita sudah bangun komunikasi dengan teman-teman LBH Medan agar bersedia mendampingi keluarga korban di persidangan. Alhamdulillah respon teman-teman LBH juga sangat positif. Kemudian kita urus administrasi pendidikan korban agar bisa melanjut ke SMA sambil kita lakukan pemulihan terhadap psikologisnya," tandas Indra.

Sementara Koordinator Non Litigasi LBH Medan, Ismail Lubis, dengan tegas meminta agar pelaku segera dihadapkan ke persidangan dan mendapat hukuman yang seberat-beratnya.

"Harus ada efek jera dan pelajaran bagi masyarakat. Ini jelas melanggar UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. LBH Medan meminta kepada pemerintah Sumatra Utara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar segera melakukan restitusi dan pemulihan fisik dan psikis korban," tegas Ismail.

Seperti diketahui, pelaku Muhammad Taufiq berulang kali mencabuli korban di rumahnya sejak Januari sampai April 2018. Bahkan sebelum dicabuli, korban lebih dulu dicekoki narkoba dan minuman keras.

Hari Jumat (20/7/2018) kemarin, pelaku akhirnya diringkus Tim Pegasus Polsek Percut Sei Tuan dari rumahnya ketika sedang mandi. Meski sempat berupaya kabur, namun pelaku akhirnya bisa ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Polsek Percut Sei.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar