Maling Kampung Sendiri, Mamek Seret Penadah



ISN (Medan) -- Sudah pernah tidur di penjara lantaran tertangkap mencuri, Muhammad Nur alias Mamek (22), warga Jalan Pasar VII Beringin, Gang Rambe, Desa Tembung, tak juga jera. 

Mamek kembali ditangkap polisi dengan kasus yang sama. Pemuda tanpa pekerjaan itu dipergoki warga saat kembali mencuri di kampungnya sendiri, Kamis (26/7/2018) sekira pukul 03.00 Wib. Beruntung dia hanya diboyong ke kantor polisi tanpa diikuti aksi main hakim sendiri. 

Informasi yang diperoleh dari kepolisian, hari Selasa (24/7/2018) sekira pukul 05.00 Wib, warga Jalan Pasar VII Tengah, Gang Anggrek, Dusun XI, Desa Tembung, kembali ramai membahas aksi kemalingan. Seorang warga bernama Surahman (36) kehilangan sepeda motor Honda Vario BK 4831 AEF dari dalam rumahnya. 

Pelaku diketahui masuk ke rumah Surahman setelah mencongkel jendela depan. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Percut Sei Tuan. Mendapat laporan maraknya pencurian di kawasan tersebut, Tim Pegasus Polsek Percut Sei Tuan melakukan patroli di beberapa titik rawan dipimpin Kanit Reskrim, Iptu MK Daulay. 

"Saat itu petugas melihat masyarakat ramai berkumpul. Ketika ditanyakan pada warga, ternyata ada seorang laki-laki yang ketauan sedang mencongkel jendela kediaman Irma Sari di Jalan Pasar VII Beringin, Gang Nangka," beber Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri SH SIK didampingi Kanit Reskrim, Iptu MK Daulay, Jumat (27/7/2018). 

Saat kepergok, pelaku sempat lari ke belakang rumah. Namun polisi yang tiba disana langsung melakukan penyisiran dan akhirnya meringkus Mamek. 

"Saat diinterogasi, tersangka Mamek mengakui perbuatannya telah mencongkel jendela kediaman Irma Sari menggunakan linggis. Ia juga mengakui telah mencuri sepeda motor Honda Vario BK 4831 AEF dari rumah Surahman," lanjut Kompol Faidil. 

Namun berdasarkan pengakuan Mamek, dia tidak beraksi sendirian, tetapi bersama temannya berinisial RD. Sepeda motor yang dicurinya telah dijual kepada seorang wanita bernama Suhartini Br Sembiring (35) yang diketahui beralamat di Jalan Keramat Kuda, Gang Gereja, Desa Amplas. 

"Sepeda motor itu telah dijual seharga Rp 2,2 juta," sambung Kompol Faidil. 

Namun ketika polisi Tuan mendatangi rumah Suhartini, diketahui bahwa motor itu sudah berpindah tangan kepada seorang pria berinisial DD.

Suhartini Br Sembiring


"Suhartini mengaku hanya sebagai perantara dan mendapat jasa sebesar Rp 200 ribu dari hasil penjualan sepeda motor kepada DD. Saat ini kita masih memburu DD," sebutnya. 

Berdasarkan hasil penyelidikan lebih lanjut, Mamek juga pernah melakukan pencurian di berbagai tempat di sekitar tempat tinggalnya. Dari catatan polisi, pemuda itu mengakui telah melakukan pencurian dari rumah di Jalan Pasar VII Beringin, Gang Masjid dan berhasil mengambil HP merek Samsung. Masih di jalan yang sama, Gg Rambe, dia juga menggasak HP merek Asus.

"Selanjutnya melakukan percobaan pencurian di Jalan Beringin, Pasar VII Tembung, Gang Nangka, di rumah milik Irma Sari. Penggelapan satu unit sepeda motor Supra X 125 di Jalan Beringin, Pasar VII, Gang Cempedak," beber Kapolsek. 

Irma Sari sendiri dikatakan Kompol Faidil sudah membuat laporan resmi dengan nomor LP/1478/VII/2018/SPKT Percut, tanggal 26 Juli 2018. Polisi sudah menahan Mamek dan Suhartini br Sembiring untuk pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, Mamek dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian. Sementara Suhartini dikenakan pasal 480 tentang penadah barang curian.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar