Mujianto Sakit, Pengacara Kembali Minta Penangguhan Penahanan



ISN (Medan) -- Seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya, pengusaha properti Mujianto alias Anam yang menjadi tersangka kasus penipuan sebesar Rp 3,5 miliar, akhirnya diserahkan penyidik Ditreskrimum Poldasu kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis (26/7/2018) kemarin.

Dengan mengendarai mobil Toyota Alphard warna silver bernopol BK 1688 XL, Mujianto yang didampingi Burhan selaku Penasehat Hukumnya (PH) tiba di Kantor Kejatisu, Jalan AH Nasution, Medan, sekitar pukul 11.30 wib atau molor 2,5 jam dari jadwal semula pukul 09.00 wib.

Penyerahan Ketua Yayasan Budha Tzu Chi Sumatera Utara yang sempat masuk dalam Daftar Pencurian Orang (DPO) Polda Sumut selama 3 bulan ini dilakukan setelah berkas kasus penipuan dan penggelapan yang menjeratnya sudah berstatus P22.

Pantauan awak media di lokasi, begitu tiba, di bawah pengawalan penyidik Polda Sumut dan penasehat hukumnya (PH), tersangka Mujianto yang terlihat mengenakan kaos berwarna kuning langsung dibawa ke ruang penyidik Kejatisu.

Terkait penyerahan ini, Burhan selaku PH Mujianto mengatakan, pihaknya akan kembali mengajukan menangguhkan penahanan klien-nya agar menjadi tahanan kota, mengingat kondisi konglomerat itu masih sakit.

"Mujianto berangkat ke Singapura untuk berobat, dan dia kemari itu pun masih sakit," ucap Burhan, dilansir dari OnlineSumut, Jumat (27/7/2018).

Untuk diketahui, pelarian Mujianto alias Anam, pengusaha yang menjadi buronan Polda Sumut dalam kasus penipuan dan penggelapan ini berakhir setelah ia diringkus pihak kepolisian bersama petugas Imigrasi di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Provinsi Banten, Senin (23/7/2018) sekitar pukul 19.00 wib.

Setelah tertangkap, Mujianto langsung dijemput penyidik Ditreskrimum Polda Sumut dan selanjutnya diterbangkan ke Medan. Sebelumnya, pertimbangan polisi menetapkan Mujianto sebagai DPO antara lain karena pengusaha itu sudah dua kali dipanggil penyidik untuk melengkapi berkas perkaranya dan selalu mangkir dari panggilan sejak penahanannya ditangguhkan.

Bahkan dalam kasus ini, polisi juga sudah mengeluarkan surat membawa paksa terhadap tersangka. Namun keberadaannya saat itu juga tidak diketahui hingga belakangan diketahui ia kabur ke Singapura melalui Bandara Blang Bintang, Aceh.

Seperti diketahui, Mujianto dilaporkan Armen Lubis sesuai STTLP/509/IV/2017 SPKT "II" tertanggal 28 April 2017 atas kasus penipuan dengan kerugian material sebesar Rp3,5 miliar.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar