Pemilik Ice Cream Garden Terjerat UU Perlindungan Anak



ISN (Medan) -- Pemilik kafe Ice Cream Garden, Salim Wongso (SW) dan Juana Lim (JL), resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi pasca penggerebekan kafe berkedok jualan ice cream namun menyediakan lokasi dugem khusus anak.

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, pemilik kafe diduga telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Keduanya telah berstatus tersangka dan mereka juga dikenakan Pasal 88 jo Pasal 76I Undang-Undang Perlindungan Anak (UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002) tentang Perlindungan Anak)," kata Putu Yudha, Rabu (15/8/2018).

Dalam Pasal 76I UU Nomor 35 Tahun 2014 disebutkan, setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak.

Pada Pasal 88 disebutkan, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76I, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200 juta.

Putu menjelaskan, penetapan pemilik kafe Ice Cream Garden di Kompleks MMTC, Jalan Selamat Ketaren, Medan Estate, Deli Serdang, sebagai tersangka setelah penggerebekan tim gabungan Polrestabes Medan. Di lantai dua lokasi itu ternyata dijadikan tempat dugem khusus anak.

"Saat tim gabungan melakukan penggerebekan, ditemukan puluhan orang berada di tempat hiburan malam itu. Beberapa diantaranya masih berusia anak-anak," jelasnya.

Pemilik usaha yang berkedok kafe Ice Cream itu didapati menyediakan hall untuk berjoget, lengkap dengan sound system dan lampu kelap-kelip seperti di diskotik. Mereka memungut biaya masuk Rp 10 ribu per orang dan setiap pengunjung mendapatkan sebotol air mineral.

Dalam penggerebekan, puluhan pengunjung dibawa ke Mapolrestabes Medan. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 2 juta, satu laptop, satu alat DJ, tujuh unit loudspeaker, lampu disko, dan stempel.

Putu mengungkapkan, setelah diperiksa di Polrestabes Medan, akhirnya pengunjung yang kebanyakan anak di bawah umur dipulangkan, sedangkan pemilik kafe tetap diproses.

"Pemilik dan karyawan sudah kita periksa. Pemilik jadi tersangka. Meski sudah berstatus tersangka, pemilik kafe itu tidak ditahan. Mereka hanya dikenakan wajib lapor. Namun petugas masih menyelidiki kasus ini," ungkapnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar