Tiga Tahun Praktik, Dokter Gigi Gadungan Digelandang ke Polda Sumut



ISN (Medan) -- Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menangkap seorang dokter gigi gadungan yang berpraktik di Jalan Setia Luhur No. 177 A Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, dokter gigi gadungan itu bernama Rudini Arif S.Pt (27) warga Jalan Bambu II Kiri No 115, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur.

"Dokter gigi gadungan itu diamankan petugas pada Sabtu (21/7/2018) sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelum ditangkap, tersangka diketahui telah berpraktik sejak tahun 2015," kata Tatan didampingi Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP. Nainggolan, Senin (6/8/2018).

Tatan menjelaskan, penangkapan terhadap dokter gadungan bergelar pendidikan Sarjana Peternakan itu dilakukan setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan mall-praktik dokter gigi yang berlangsung di sebuah rumah di Jalan Setia Luhur No. 177 A.

"Selanjutnya polisi langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat praktik itu menggunakan bantuan informan yang berlakon sebagai calon pasien dan mempunyai keluhan gigi," jelasnya.

Menurutnya, setelah calon pasien memasuki ruangan dan duduk di kursi unit praktik gigi, penyelidik langsung memasuki rumah yang dijadikan tempat praktik tersebut. Kemudian petugas melihat Rudini sedang melakukan pengobatan gigi terhadap pasien.

"Saat mengamankan pelaku, petugas menemukan di ruangan praktik gigi pelaku 1 set TCD, 1 set tool kit, 1 kotak alginate, 1 set mikro motor, 1 kotak alat cetak, 1 set scallet, 2 buah kaca mata pasien, 1 set suction, 1 buah handuk alas, 1 set dental unit, 1 set bahan gigi, 2 ember, 1 kotak masker karet warna hijau, 1 kotak sarung tangan karet warna pink dan kaca mulut," ujarnya.

"Pada saat diamankan, tersangka sedang memakai masker karet warna hijau dan sarung tangan karet warna pink dengan memegang peralatan kaca mulut yang akan dipergunakan menangani pasien yang sedang menjalani pengobatan gigi," ungkap Tatan.

Lebih jauh Tatan menjelaskan, Rudini selama ini menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain yang menimbulkan kesan seolah-olah ia adalah seorang dokter atau dokter gigi dengan papan nama baju yang bertuliskan drg. Rudini Arif.

Saat ini Polda Sumut masih melakukan pemeriksaan terhadap Rudini. Begitupun dokter gigi gadungan ini dipersangkakan dengan UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 77 serta UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 78 sebagaimana dimaksud dalam 73 ayat 1 dan Pasal 73 ayat 2 dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 150 juta.

"Untuk tindak lanjut, kita akan memanggil saksi-saksi yang terkait dalam praktik perawatan dan pengobatan gigi yang dilakukan tersangka, memanggil Dinas Kesehatan Kota Medan dan mengundang ahli dari IDI Cabang Medan," pungkas Tatan.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar