Buron Bertahun-Tahun, Bupati Deli Serdang Tidak Memecat ASN Kasus Korupsi


ISN (Deli Serdang) -- Meski sudah berstatus terpidana kasus korupsi, Hadisyam Hamzah belum juga diusulkan oleh Bupati Deli Serdang ke Kementerian Dalam Negeri agar dipecat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Mantan Camat Galang dan Percut Sei Tuan itu juga masih berstatus buronan Kejaksaan Negeri Deli Serdang. Status Hadisyam yang masih sebagai ASN, kini menuai tanggapan miring dari warga. 

Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan, dinilai tidak mendukung program Pemerintah Republik Indonesia untuk mewujudkan pemerintahan bersih, berintegritas dan bebas dari korupsi. 

"Bupati Ashari Tambunan terkesan melindungi terpidana korupsi. Ini sama saja tidak mendukung program Presiden Jokowi dalam rangka mewujudkan pemerintahan bersih, berintegritas dan bebas korupsi," kata tokoh pemuda, Andi Sikumbang, dilansir Selasa (4/9/2018). 

Andi menyebut bahwa syarat pemecatan dengan tidak hormat yang harusnya dilaksanakan terhadap Hadisyam sudah mencukupi, yakni tersandung kasus korupsi, divonis hukuman minimal 2 tahun penjara dan sudah inkrah, bahkan tidak lagi masuk kerja selama bertahun-tahun. 

"Loh di instansi lain saja 3 bulan tidak masuk kerja berturut-turut sudah dipecat. Ini sudah buronan gak masuk kerja sekitar 3 tahun, nggak dipecat-pecat. Ada apa ini?" ketus Andi. 

Ia pun berharap Ashari Tambunan cepat mengambil sikap dengan segera mencopot Hadisyam sebagai ASN. 

"Ya secepatnya Hadisyam harus dicopot sebagai ASN. Karena bila tidak, kita khawatir oknum-oknum lain tak sungkan-sungkan melakukan hal sama karena tidak ada tindakan tegas dari Bupati Deli Serdang," tandas Andi. 

Terpisah, Plt Kepala BKD Deli Serdang, Rustaman Sagala, ketika dikonfirmasi mengatakan, Pemkab Deli Serdang baru akan memproses pemecatan Hadisyam Hamzah. 

"Dalam dua minggu kita akan memproses pemecatannya dan membentuk tim penegak disiplin," kata Rustaman. 

Diketahui, Hadisyam Hamzah sempat divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Lubuk Pakam sesuai putusan yang dibacakan pada tanggal 7 Juni 2012 dengan majelis hakim Denny Lumbantobing SH (Ketua), Syafril Pardamean Batubara SH dan Immanuel SH MH sebagai hakim anggota. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan itu kemudian mengajukan kasasi terhadap putusan tersebut ke Mahkamah Agung RI. Selama menunggu putusan kasasi tersebut, Hadisyam kemudian dilantik menjadi Camat Galang. 

Mahkamah Agung RI kemudian memutuskan Hadisyam bersalah dan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara serta denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan. Setelah itu Hadisyam dinonaktifkan sebagai Camat Galang oleh Bupati. Namun sejak itu Hadisyam menghilang dan ditetapkan Kejari Deli Serdang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar