Dinilai Tumpul, Mahasiswa Minta Kepala Kejari Gunung Tua Dicopot


ISN (Medan) -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Pemuda Tapanuli Bagian Selatan (Formada-Tabagsel) mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) di Jalan AH. Nasution, Medan, Jumat (7/9/2018).

Dalam orasinya massa menyampaikan keresahan dan kekecewaan atas lambannya pihak Kejaksaan Negeri Gunung Tua, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) dalam menangani dan menyelesaikan kasus yang ada di Kabupaten Paluta. 

Junaidi Siagian selaku Koordinator Aksi menyatakan, sejak diresmikan sampai saat ini, 
Kejari Gunung Tua masih lamban dan kurang tajam dalam melakukan penuntasan kasus di Kabupaten Paluta, terutama mengenai penanganan kasus tindak pidana korupsi. 

"Kita kecewa kepada Kajari Paluta yang lamban dalam mengusut kasus di Paluta," kata Junaidi, Minggu (9/9/2018).

Kekecewaan mahasiswa semakin memuncak dengan adanya dugaan bahwa Kejari Gunung Tua 'mempetieskan' kasus yang sudah mereka laporkan beberapa waktu lalu. Sebab hingga kini belum juga terselesaikan. 

Penanganan kasus yang mereka kecewakan yaitu dugaan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh dr. Arnalom Sitorus sewaktu menjabat sebagai Dirut RSUD Gunung Tua pada tahun 2016.

Dugaan kasus itu diantarannya, (1). Diduga, dr. Arnalom Sitorus melakukan tindak pidana korupsi dalam hal pengadaan perangkat Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) RSUD Gunung Tua, Kab. Paluta pada tahun 2016 dengan pagu anggaran Rp. 483.410.500,00;

(2). Bahwa, diduga dr. Arnalom Sitorus melakukan tindak pidana korupsi pada tahun 2016 terkait Pengadaan Sumur Bor di RSUD Gunung Tua, Kab. Paluta dengan anggaran dana Rp. 385.000.000,00;

(3). Bahwa, diduga dr. Arnalom Sitorus melakukan tindak pidana korupsi dalam Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) mesin anestesi di RSUD Gunung Tua tahun 2016 dengan Anggaran Dana sebesar Rp. 750.000.000,00;

Sebelumnya indikasi temuan kasus ini pun sudah dilaporkan ke Kejari Gunung Tua tertanggal 17 November 2017 Nomor Surat : 002/DPW LSM-LEMKIRA XI/XI/2017 dengan Lampiran I Berkas atas nama Pelapor Dewi Sartika Siregar. 

Namun sejak dilaporkannya/diadukannya indikasi kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara sampai saat ini belum juga menemukan hasil sebagaimana yang diharapkan, bahkan diduga kasus ini dengan sengaja 'dipetieskan' oleh pihak Kejaksaan Negeri Gunung Tua, Kabupaten Paluta. 

"Hal tersebut berdasarkan kroscek langsung yang kami lakukan dengan mencoba mencari tahu sudah sejauh mana proses penyelidikan ini dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Gunung Tua. Namun berkali-kali selalu pihak Kejaksaan Negeri Gunung Tua menyatakan, bahwa kasus ini masih saja ditahap penyelidikan. Dengan demikian kami menilai, bahwa Kejaksaan Negeri Gunung Tua lamban dalam menangani kasus ini," sesal Junaidi.



"Kami juga menilai bahwa Kejaksaan Negeri Gunung Tua gagal dalam penanganan kasus di Kabupaten Paluta. Maka seolah keberadaan Kejaksaan Negeri Gunung Tua diduga hanya sebagai pelengkap birokrasi, menghambur-hamburkan anggaran negara yang sejauh ini masih tumpul menegakkan hukum di Kabupaten Paluta. Lantas kalau sudah seperti itu kami meminta agar Kejatisu mencopot Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gunung Tua dari jabatannya," tegas massa aksi.

"Karena lamban dalam penanganan kasus, maka kami minta supaya Kejatisu mengevaluasi kinerja Kejari Gunung Tua, dan merekomendasikan supaya Kajari Gunung Tua saat ini dicopot saja," pungkas Junaidi Siagian atau yang akrab disapa bang AJS. 

Sementara menanggapi aspirasi aksi massa, Yosgernold Tarigan, Kepala Sub Seksi Penerangan Hukum (Kasubsi Penkum) Kejati Sumut mengatakan, akan menyampaikan aspirasi ini ke Pimpinan Kejatisu dan akan mengomunikasikannya dengan pihak Kejari Gunung Tua.

"Informasi ini secara berjenjang akan kami sampaikan ke pimpinan,dan seperti apa proses hukumnya tentu kita akan komunikasikan dengan kejaksaan di Gunungtua, kita sama sama mengakui hukum adalah panglima tertinggi," kata 
Yosgernold

"Selanjutnya dia juga sangat berterima kasih kepada mahasiswa Formada-Tabagsel. Sebab sudah bersedia hadir dan menyampaikan aspirasinya dengan baik ke Kejatisu. Bahkan, pihak Kejatisu bersedia apabila nantinya terkait kasus ini agar dilakukannya pelaporan yang disertai dengan alat-alat bukti," ucap Yosgernol Tarigan.

Merasa aspirasinya ditanggapi dengan baik, massa aksi membubarkan diri dengan tertib, yang diawali dengan foto bersama dengan pihak Kejatisu.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar