Ngaku Sebagai Polisi, Syafrizal Masuk Kantor Polisi


ISN (Deli Serdang) -- Seorang pemuda pengangguran nekat merampok seorang pengendara sepeda motor dengan mengaku sebagai anggota polisi. Alhasil, pemuda tersebut berurusan dengan pihak kepolisian.

Dari informasi yang diperoleh, pemuda bernama Syafrizal Nasution (22) itu merupakan warga Jalan Terusan Dusun II, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan. Dia nyaris merampas sepeda motor milik Akhyaruddin (19) warga Dusun XVI, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri mengatakan, perampokan itu terjadi pada Minggu (2/9/2018) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu korban bersama temannya sedang duduk di pinggir jalan di Desa Saentis. Kemudian datang pelaku dan temannya yang saat ini masih Dalam Pencarian Orang (DPO) mengendarai sepeda motor. Pelaku langsung mendatangi korban dan mengaku sebagai polisi.

"Lantas dengan gaya yang meyakinkan korban, pelaku meminta agar korban menunjukkan STNK. Namun saat itu korban tidak membawa STNK. Melihat ada kesempatan dan celah untuk memeras korban, pelaku langsung menakuti korban dengan mengatakan akan membawa ke kantor polisi," kata Faidil, Selasa (4/9/2018).

Pelaku pun membonceng korban menuju Dusun Tambak Bayan. Kemudian pelaku berhenti di salah satu rumah kosong dan meminta korban agar berdamai dengan membayar uang sebesar Rp 700.000. Namun korban mengatakan tidak mempunyai uang. 

Tidak kehabisan akal, kemudian pelaku membawa korban jalan-jalan dan sampai di tempat kejadian, korban yang merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku menjerit dan mengatakan 'begal-begal'.

"Saat itu warga yang mendengar teriakan korban berdatangan ke lokasi dan langsung menangkap pelaku. Disana pelaku dihakimi warga," jelas Faidil.


Setelah sempat dihakimi massa, warga kemudian menghubungi pihak kepolisian. 

"Personil piket kita yang menerima informasi dari warga bahwa telah diamankan pelaku perampasan sepeda motor langsung menuju lokasi dan mengamankan pelaku dari amukan warga," ungkap Faidil.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam BK 4237 AFQ, tas pelaku berisi pisau kecil, bong, plastik klip putih kecil kosong, pipet, cotton buds, tiga lembar STNK, dan tiga buah kunci kontak.


"Atas tindakan pelaku, kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun," pungkas Faidil.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar