Banjir Bandang di Madina, Gedung SD Hanyut dan 11 Siswa Tewas



ISN (Madina) -- Polda Sumatera Utara (Sumut) menyatakan bencana alam banjir bandang yang terjadi di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, mengakibatkan 11 orang meninggal dunia, 17 luka-luka dan 1 warga hilang.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, korban yang tewas itu antara lain Aisyah (12), Sohifah (12), Rian Syahputra (10), Ahidan (10), Isnan (10), Tiara (10), Dahleni (10), Masitoh (9), Alfisyhari (9), Habsoh (9) dan Isroil (9).

Menurutnya, 17 korban yang mengalami luka-luka akibat runtuhnya Gedung SD Negeri 235, yakni Tasya Amaelia (12), Abel (12), Lusiana (22), Sobbiah (12), Sulton (11), Jibril Saukani (11), Solehuddin (11), Ahaddin (11), Raihansyah (11), dan Risdah (11).
Kemudian, Jufriadi (10), Mujiburrohman (10), Annasofa (10), Khoirunissa (10), Putri (9), Nabila (9), dan Adawiyah (9).

"Korban yang belum ditemukan atas nama Mutiah (12) dan masih terus dilakukan pencarian," ujar Tatan, dilansir Senin (15/10/2018).

Ia mengatakan, peristiwa banjir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terjadi pada Jumat (12/10/2018).

Akibat banjir bandang tersebut, sembilan unit rumah warga mengalami kerusakan yang cukup berat serta 12 unit rumah penduduk mengalami rusak total dan hanyut.

"Selain itu, tiga fasilitas umum berupa Poliklinik Desa, Gedung SD Negeri 235 mengalami rusak berat, dan gedung PKK rusak total, serta hanyut terbawa banjir," jelas Tatan.

Dia menjelaskan, seluruh korban jiwa meninggal dunia, telah dimakamkan di Desa Muara Saladi.

"Hingga saat ini polisi beserta unsur terkait dan dibantu oleh masyarakat sedang melakukan pencarian korban yang belum ditemukan, serta evakuasi bangunan yang mengalami kerusakan," tandas Tatan.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar