Honorer RSUD Batubara Belum Gajian Selama 10 Bulan



ISN (Batubara) -- Puluhan honorer di RSUD Batubara berencana melakukan aksi mogok kerja. Aksi itu dilakukan karena gaji mereka selama 10 bulan terakhir belum juga dibayar. 

Beberapa honorer mengaku sejak Januari hingga Oktober 2018 mereka belum menerima gaji. Selama 10 bulan itu mereka mengaku hanya mendapat pinjaman 1 bulan gaji (Rp 1 juta) saat menjelang lebaran lalu. Pinjaman itupun bersifat pribadi dari Direktur RSUD, dr Juhri Freza.

Salah seorang honorer di RSUD, Salbiyah (44) mengaku, sejak pembayaran gajinya tertunda, kebutuhan hidup keluarganya semakin terancam. 

"Sejak gaji enggak keluar makan pun jadi terancam. Tanggungan ku banyak sementara penghasilan ku cuma dari gaji di RSUD. Saat ini, untuk kebutuhan hidup sehari-hari aku hanya mengharapkan belas kasihan orang," kata honorer berstatus janda ibu empat anak itu. 

Tidak hanya Salbiyah, sejumlah honorer lainnya juga mengeluh. Soalnya, dampak gaji yang belum dibayar berbagai problema mereka alami. Dari puluhan honorer tersebut, bahkan ada yang mengaku kontrakan rumahnya terpaksa diputus, tagihan listrik berbulan-bulan belum dibayar hingga persoalan biaya sekolah anak-anak mereka. 

Belum lagi, ada honorer yang secara gamblang mengatakan bahwa akibat gaji tak kunjung dicairkan, saat pulang ke rumah dia mendapat repetan dari istri. 

"Bingung mau minjam ke mana, utang sudah di mana-mana, untuk makan dan biaya anak sekolah pun sudah ketar-ketir," sebut salah seorang honorer. 

Kondisi itu membuat puluhan honorer yang telah lama menanti sepakat akan melakukan aksi mogok kerja sampai gaji mereka dibayar. Mereka juga sepakat, bila dalam waktu dekat gaji belum juga dibayar, maka mereka juga akan menggelar aksi unjukrasa di kantor DPRD dan kantor bupati setempat. Aksi direncanakan disertai dengan membawa kotak amal meminta para wakil rakyat dan petinggi daerah ikhlas menginfaq-kan sebagian gajinya untuk membantu mereka (honorer) yang tak kunjung gajian. 

"Ya, kami akan menggelar aksi unjukrasa. Aksi itu nantinya disertai membawa kotak amal. Kami meminta para wakil rakyat di DPRD dan pejabat daerah bisa menyisihkan sebagian gajinya untuk membantu kami," pungkas honorer. 

Sementara Direktur RSUD Batubara dr Juhri Freza membenarkan honorer belum menerima gaji memasuki 10 bulan terakhir. Menurut Reza, masalah ini sudah beriak sebelum dirinya menjabat. 

"Tadi mereka (puluhan honorer) datang beraudiensi menanyakan soal gaji yang belum dibayar. Tapi saya enggak bisa mengambil keputusan," ujar Reza. 

Sebelumnya, sambung Reza, pihaknya sudah berkordinasi dengan pejabat di daerah guna membantu mencarikan solusi, namun tidak mendapat penyelesaian. Reza mengaku prihatin atas masalah tersebut. Secara pribadi ia hanya bisa memberi pinjaman kepada para honorer 1 bulan gaji. 

"Saat itu mau lebaran dan secara pribadi mereka kita kasih pinjaman 1 bulan gaji," tandas Reza. 

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Batubara, dr Dewi Chaylati, M.Kes yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan terus berupaya agar honor 25 TKS RSUD dapat dibayar. Menurut Dewi, pihak sudah mengajukan usulan perubahan judul pembayaran honor TKS untuk dibahas DPRD. Itu dikarenakan, 25 orang TKS RSUD sebelumnya (tahun 2017) di outsourcing (pihakketigakan).
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar