Perampok Ngaku Polisi Sudah Beraksi 50 Kali



ISN (Medan) -- Polisi berhasil meringkus 4 komplotan perampok bersenjata api dengan modus mengaku sebagai petugas kepolisian. Berdasarkan pengakuan otak pelaku, mereka sudah beraksi setidaknya 50 kali dengan modus operandi serupa. 

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira dalam keterangannya, membeberkan modus operandi para pelaku dalam menjalankan aksinya. 

Diketahui, polisi berhasil mengungkap kasus itu berdasarkan laporan Mikhael Sitohang, warga Jalan Harmonika Baru, Gang Intan No 05, Kelurahan Medan Selayang, seorang supir taksi online (Go Car). 

Peristwa berawal pada hari Senin (8/10/2018) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu Mikhael mendapat orderan dari aplikasi Go Car dengan penumpang Auryn Kenekeysia dengan tujuan Lapas Pancur Batu. 

Tanpa rasa curiga, Mikhael kemudian menjemput Auryn menggunakan mobil Datsun, B 1136, warna putih yang dikemudikannya sendiri. Di tengah perjalanan, Auryn yang ternyata sudah berniat jahat mulai melancarkan strateginya. 

Wanita itu merayu Mikhael agar di lain waktu bersedia menjemputnya tanpa menggunakan aplikasi Go Car. Singkat cerita, Mikhael kemudian setuju dengan tawaran Auryn itu dan tiba di Lapas Pancur Batu. 

Minta Dibawa ke Mana Saja 

Keesokan harinya sekitar pukul 01.00 WIB, Auryn kembali menghubungi korban melalui nomor selular milik Mikhael yang tertera di aplikasi Go Car miliknya dan meminta agar dijemput di Hotel Cemara, Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan. 

Saat itu, Mikhael mendengar suara tangis Auryn dari seberang telepon. Karena ingin segera mendapat penumpang sekalian membantu, Mikhael lantas tancap gas menuju Hotel Cemara. 

Tiba di depan hotel, Mikhael kemudian bertanya tujuan Auryn. Namun wanita itu mengaku bingung dan mengatakan terserah kepada Mikhael saja. 

"Korban sempat mengatakan, 'Gak bisa gitu kak…harus ada tujuan'. Namun saat itu tersangka malah minta agar dibawa ke rumah korban," ungkap AKBP Putu Yudha, dilansir Minggu (28/10/2018).

Mendengar itu, Mikhael sempat bingung dan mengatakan bahwa dia juga menumpang di Hotel Hawai, Jalan Jamin Ginting. 

"Karena gak ada kepastian dari si penumpang, korban pun terpaksa membawa tersangka Auryn ke hotel tempatnya menginap," lanjut Putu Yudha. 

Tiba di lobi hotel, Auryn malah tak mau turun dari mobil. Dia minta ikut dengan Mikhael dan akhirnya diturunkan di parkiran Hotel Hawai. 

Digrebek Polisi Gadungan 

Setelah memastikan Mikhael menginap di sana, Auryn akhirnya mau turun dari mobil, sementara Mikhael langsung masuk ke kamarnya. Tak berapa lama, Auryn mengetuk pintu kamar dan berpura-pura mau numpang ke toilet. Mikhael pun lalu menyuruhnya masuk untuk memakai toilet di kamarnya. 

"Tak berapa lama, 4 orang laki-laki yang mengaku sebagai anggota polisi masuk dan mengetuk pintuk kamar korban. Pada saat korban membuka pintu kamarnya, keempat pelaku itupun langsung masuk," lanjut Kasat Reskrim. 

Namun belum sempat menanyakan maksud kedatangan 4 orang tersebut, seorang pelaku langsung memukul wajah, mata dan badan Mikhael. Belum habis kaget Mikhael, salah satu pelaku lainnya kemudian mengeluarkan pistol dan menodongkan ke arah tubuhnya. 

"Diam kau! Diam kau…!" hardik pelaku terhadap Mikhael seperti dituturkan AKBP Putu Yudha. 

Para pelaku kemudian memborgol Mikhael dan saat itulah dia berteriak sehingga mengundang pegawai hotel di sana berdatangan ke kamarnya. Namun para pelaku tetap tidak kendor dan balik mengancam pegawai hotel. 

"Pemakai narkoba ini .. narkoba ini…! Jangan mendekat, kami polisi!" kata mereka seraya memaksa Mikhael masuk ke dalam mobil miliknya. 

Mendengar itu, pegawai hotel pun tak berani mendekat dan hanya melihat saja ketika Mikhael dibawa masuk ke dalam mobil miliknya. 

Dibawa ke Hotel Meliala 

Dari Hotel Hawai, para pelaku kemudian membawa Mikhael ke Hotel Meliala di Jalan Binjai-Medan hingga pukul 03.30 WIB. Di kamar persembunyian para pelaku itu, Mikhael dipaksa memegang narkoba dan kemudian difoto menggunakan handphone milik para pelaku. 

"Korban disekap dengan kondisi kedua tangan terborgol. Sekira pukul 04.30 WIB, para pelaku tertidur. Saat itulah korban berhasil melarikan diri dan membawa salah satu handphone milik korban yang sedang dicas," lanjut Putu Yuda. 

Berhasil kabur dari kamar di Hotel Meliala, Mikhael langsung menghubungi adiknya yang merupakan anggota Polri bertugas di Polres Binjai. Selang waktu singkat, adik korban tiba di Jalan Medan-Binjai dan bertemu dengan korban. 

"Keduanya sempat ke Hotel Meliala tersebut. Namun para pelaku tidak berada di dalam kamar hotel lagi. Korban dan adiknya berusaha mencari para pelaku di sekitar Hotel Meliala, tetapi tidak bertemu dan akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Medan," pungkas Kasat Reskrim.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar