Dendam Sering Dibully, Pemuda Ini Gorok Leher Temannya Sampai Putus



ISN (Kalsel) -- Polisi akhirnya mengidentifikasi mayat tanpa kepala yang ditemukan di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, setelah menangkap terduga pelaku pembunuhnya, Kamis (22/11/2018) sekitar pukul 00.50 WITA. 

Informasi yang dihimpun awak media, korban merupakan seorang mahasiswa bernama Muhammad Rahmadi (19), warga Desa Tatah Layap, RT 02/RW 01, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar. 

Tim gabungan Resmob dan Unit Ranmor Polda Kalsel, Tekab Polres Banjar bersama Buser Polres Tala dan Unit Reskrim Sungai Tabuk meringkus pelaku berinisial MS (19) alias Amat, warga Dusun Sari Berangas, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas. 

Pelaku MS diringkus polisi dari Gang 55, Desa Bentok, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tala dan selanjutnya diboyong ke Mapolres Banjar untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. 

Dalam penangkapan tersebut polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Vixion, pegangan parang terbuat dari kayu, tas ransel, celana jeans, baju kaos lengan panjang warna abu-abu yang terdapat bercak darah, gagang parang, botol minuman sprit, kepala sabuk yang dimodifikasi menjadi pisau yang kesemuanya adalah milik pelaku. 

Selain itu polisi juga mengamankan beberapa barang milik korban, yaitu sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna biru, Hp Xiaomi warna gold dan dompet merek Levis warna cokelat. 

Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattantte mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini berawal dari upaya pihak kepolisian mengungkap identitas korban melalui perekaman sidik jari di Disdukcapil Banjarmasin. 

Dari data sidik jari tersebut terungkap bahwa korban adalah M. Rahmadi alias Madi (19). Temuan itu kemudian membuat pihak kepolisian mulai menemukan titik terang kasus sadis ini. 

Mattantte mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka guna mengetahui kronologi pembunuhan tersebut. Ia mengatakan aksi pembunuhan ini didasari dendam lama. 

"Benar, kami telah mengamankan satu orang pelaku yang diduga merupakan tersangka pembunuh mayat tanpa kepala. Masih dilakukan pemeriksaan, lebih jelasnya nanti selesai pemeriksaan," ungkap Mattantte. 

Menurut Kapolres, motif sementara pembunuhan karena pelaku mengaku sering di-bully atau diejek oleh Madi. 

"Pelaku dendam terhadap korban dan merencanakan untuk menghabisi nyawa korban," lanjut Mattantte. 

Atas perbuatannya, MS dijerat Pasal 340 jo Pasal 365 KUHPidana. Sementara itu Sahrudin, orang tua Madi, sudah mengetahui hal ini dan mendatangi Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. 

Ia mengatakan terakhir kali bertemu anaknya saat korban pamit mendatangi temannya. Namun setelah itu tidak ada kabar dari Madi. 

"Habis sholat Isya pamit mau mendatangi temannya yang telepon. Ada pekerjaan katanya. Ternyata sampai jam 2 subuh ditelpon, tidak ada jawaban," ungkapnya. 

Masih menurut Sahrudin, terakhir putranya itu pergi menggunakan motor Yamaha Jupiter MX yang baru saja dikredit 2 bulan. 

Sahrudin sejak awal menduga bahwa jasad itu adalah anaknya berdasarkan jaket warna abu-abu yang dikenakan, celana panjang berwarna putih serta jam tangan yang dipakainya. 

Diketahui sebelumnya, jasad tanpa kepala tersebut ditemukan sepasang suami istri yang kebetulan melintas di TKP. Saat itu istri pengendara yang hendak buang air kecil kaget karena melihat mayat tanpa kepala di semak belukar. Dia kemudian memberitahukan kepada suaminya yang kemudian meneruskan kabar tersebut kepada warga setempat yang selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sungai Tabuk.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar