Gara-Gara Berlian Istri Kapolresta Terlibat Penganiayaan



ISN (Kalimantan Barat) -- Nia Kurnia terbaring lemas di ruang rawat inap Rumah Sakit Antonius Pontianak. Hidung perempuan berusia 43 tahun itu terpasang slang oksigen. 

Istri salah seorang anggota polisi yang bertugas di Polsek KP3L itu dirawat di rumah sakit sejak Selasa (31/10/2018) malam setelah diduga dianiaya istri Kapolresta Pontianak berinisial Mhn.

Ditemui awak media, Nia masih terlihat sangat lemah. Nada bicaranya pun pelan. Sorot matanya sayup. Mengisyaratkan rasa trauma.

Dengan kondisi itu, wanita parubaya kelahiran Ketapang tersebut hanya bisa bercerita ikhwal kronologis peristiwa penganiayaan yang menimpa dirinya dengan nada kecil dan terbata-bata.

"Kejadiannya Selasa, (31/10/2018) siang, di rumahnya (Mhn) Jalan Sumatera," kata Nia dilansir dari Rakyat Kalbar, Senin (5/11/2018).

Semula ia berencana bertemu dengan Mhn. Tujuannya untuk melunasi sisa pembelian batu berlian seharga Rp 18 juta.

"Pertama saya sudah bayar Rp 10 juta. Dan terakhir itu saya bayar di kediamannya (Jalan Sumatra) Rp 8 juta," jelasnya.

Tapi uang tersebut dikembalikan Mhn. Nia pun menolaknya, sebab sudah bayar.
"Katanya masih kurang Rp 10 juta. Padahal sudah lunas. Memang pembayaran pertama tidak ada kwitansi," katanya lirih.

Karena Nia terus menolak, Mhn emosi. Tak cuma berlaku kasar, Nia mengalami tindak penganiayaan. Dia mengaku ditampar dan dicekik.
"Itu spontan saja," ujarnya.

Nia sama sekali tidak melakukan perlawanan. Ia merasa Mhn adalah atasannya di organisasi Bhayangkari.

"Saya sadar. Saya tidak boleh melawan. Saya harus menghormati. Itu saja," ujarnya.

Kendati Nia berusaha tetap sabar menerima perlakuan tersebut, namun kemarahan Mhn tak juga surut. Nia didorong. Setelah mau keluar, ia dihalangi di pintu.

"Dia bilang, kamu (Nia) tidak boleh keluar dan memaksa terima uang itu. Saya tetap tak mau terima," ceritanya.

"Tetapi saya tetap tidak melawan. Sebab dia atasan saya. Itu saja," timpal Nia.

Saat kejadian, Nia mengungkapkan ada seseorang yang menyaksikannya. Sebab saat ke rumah Mhn, ia tidak sendiri. Orang tersebutlah yang membujuk Nia agar mau menerima uang supaya bisa pulang.

"Terus saat itu, driver dan petugas jaga juga ada," jelasnya.

Setelah mengalami penganiayaan tersebut, malamnya Nia merasakan sakit. Kepalanya pusing dan alami muntah.

"Terus sesak. Setelah itu saya masuk rumah sakit," pungkasnya.

Nia mengatakan sudah melaporkan perbuatan penganiayaan yang dialaminya ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Barat agar diproses secara hukum.

Kakak kandung korban, Nety, berharap Polda Kalbar dapat memproses aduan perbuatan penganiayaan yang dialami adiknya tersebut. Pihaknya ingin kasus tersebut diselesaikan sesuai aturan. Dia berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi.

"Kami pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini ke Polda. Saya meminta Polda memproses kasus ini dengan adil," harap Nety.

Sementara Mhn belum bisa dikonfirmasi terkait kasus tersebut. Awak media berupaya melakukan konfirmasi dengan mendatangi rumah dinasnya di Jalan Pang Semangai. Namun rumah itu sedang tidak ditempati karena direnovasi.

Wartawan kemudian berusaha mencari alamat tinggal Mhn ke petugas jaga di rumah dinas tersebut. Namun petugas jaga mengaku tidak tahu persis alamatnya.

"Saya juga baru bertugas di sini," ucap petugas jaga yang tidak diketahui namanya itu.

Begitu pula ketika wartawan berupaya mengkonfirmasi Kapolresta Pontianak, Kompol Wawan Kristyanto terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan istrinya tidak mendapat jawaban. WhatsApp yang dikirim hanya dibaca.

Sementara itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalbar Kombes Pol Nanang Purnomo mengaku belum mendapat informasi laporan pengaduan korban.

"Informasinya belum ada. Masih mau dicek dulu," ujarnya singkat saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar