Lima Fakta Terkait Kaburnya Ratusan Napi di Lapas Lambaro Aceh




ISN (Aceh) -- Kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Kelas II A Lambaro Aceh Besar, Banda Aceh, Kamis (29/11/2018) malam.

Ratusan napi mencoba kabur dari lapas dengan cara memprovokasi napi lainnya seusai shalat maghrib.

Ratusan aparat dari Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh segera turun tangan untuk mengendalikan situasi. Sementara itu, satu demi satu napi yang kabur berhasil ditangkap kembali oleh petugas.

Akibat kerusuhan, sejumlah fasilitas milik LP Lambaro rusak parah. Berikut ini fakta yang terungkap dalam kasus tersebut.

1.      Kronologi kerusuhan

Kericuhan yang terjadi pada Kamis sekitar pukul 19.00 WIB di dalam lapas ini diawali saat para narapidana meminta shalat berjamaah.

"Waktu beribadah tersebut dimanfaatkan oleh beberapa orang narapidana untuk memprovokasi narapidana lainnya untuk melarikan diri di Lapas Kelas II A Banda Aceh," kata Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ade Kusmanto.

Kerusuhan pun tak terelakan, sejumlah napi terpancing dengan provokasi para napi yang berencana kabur dari LP. Situasi kacau tersebut dimanfaatkan para napi dengan membobol kawat yang terpasang di depan klinik lapas.

Setelah itu, mereka berlari menuju akses pengaman pintu utama (P2U), yang saat itu dikunci. Oleh sebab itu, mereka bergerak menuju ruang kerja dan ruang aula. Lalu, para napi tersebut berhasil kabur dengan merusak terali besi pada jendela kedua ruangan yang menghadap ke luar lapas.

2.      Ratusan napi kabur saat kerusuhan terjadi

Petugas mencatat ada kurang lebih 113 napi yang berhasil kabur ketika kerusuhan pecah pada Kamis malam (29/11/2018).

Para napi kabur dengan merusak terali besi jendela dengan barbel. Kapolsek Ingin Jaya Iptu Tri Andi Darma mengatakan, dari 20 napi yang berhasil ditangkap kembali tersebut, sebanyak 17 napi sudah dievakuasi kembali ke lapas. Sementara tiga lainnya masih menjalani pemeriksaan di mapolsek setempat.

“Para napi yang berhasil kami tangkap ini bersembunyi di rumah warga, di kebun warga, di sawah, dan bahkan ada juga yang berada di atas atap rumah warga di sekitar LP,” kata Tri Andi Darma, Jumat (30/11/2018) dini hari.


3.      Awal 2018, LP Aceh Besar juga pernah rusuh

Wakapolda Aceh Brigjen (Pol) Supriyanto Tarah mengatakan, saat ini kondisi di LP Kelas IIA Lambaro, Aceh Besar, sudah kondusif.

“Kalapas masih terus mengidentifikasi akar persoalan yang terjadi, sementara saat ini kondisi di LP sudah kondusif. Polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap napi yang kabur,” ujar Supriyanto.

Kericuhan di LP Kelas II A Lambaro, Aceh Besar, juga pernah terjadi di awal Januari 2018 lalu. Saat itu, para napi merusak fasilitas LP dan membakar sejumlah ruangan bagian depan LP.

Akibatnya, tiga ruang berserta fasilitasnya rusak berat dan hangus terbakar. Para napi nekat membakar satu unit mobil milik aparat kepolisian yang masuk ke pekarangan LP untuk mengendalikan massa.

Sebanyak 11 napi dijadikan tersangka utama dalam kasus kericuhan tersebut. Baca

4.      Polisi terus buru para napi yang kabur

Sebanyak satu peleton aparat kepolisian ditugaskan untuk berjaga di LP. Sementara itu, pengejaran napi yang kabur terus dilakukan.

Kapolsek Ingin Jaya Iptu Tri Andi Darma mengatakan, pihaknya akan semakin memperluas radius pencarian napi. Rata-rata napi yang kabur adalah napi yang tersandung kasus narkoba.

“Kekuatan kita penuh dibantu oleh satuan dari Mapolres dan Mapolda Aceh,” ujar dia.

Dilansir dari Antara, Kabid Humas Polda Aceh AKBP Ery Apriyono mengatakan, jumlah napi yang kabur sebanyak 113 orang. Jumlah total penghuni lapas adalah 720 orang.

 Petugas LP kewalahan hadapi para napi Ilustrasi penjara.
  
Menurut AKBP Ery Apriyono, kerusuhan terjadi saat para napi hendak melaksanakan shalat magrib. Tiba-tiba sekelompok napi yang berada di bagian kanan lapas mendobrak pagar jaring besi.

Salah satu petugas jaga, Munawar, yang sedang bertugas di ruang P2U, segera mencari suara keributan berasal.

"Ternyata, Munawar melihat salah satu petugas di bagian dalam LP diserang oleh para napi yang berjumlah Lebih kurang 100 orang," kata Ery.

Situasi semakin tidak terkendali, sementara jumlah petugas jaga tidak sebanding dengan para napi sehingga napi berhasil menjebol dinding pengamanan dan melarikan diri melalui persawahan yang ada di belakang LP.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar