Polda Sumut Jelaskan Alasan Penghentian Kasus Istri Bupati Pakpak Bharat



ISN (Medan) -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kabid Humas Polda Sumut) Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja, membenarkan adanya kasus istri Bupati Pakpak Bharat, Made Tirta Kusuma Dewi.

Istri Remigo Yolando Berutu itu terlibat dugaan korupsi kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2014. Made Tirta sempat diperiksa pihak kepolisian.

Kasus penyelewengan uang negara tersebut awalnya ditangani Polres Pakpak Bharat, kemudian dilimpahkan ke Polda Sumut.

"Kasus itu awal 2018 baru dilimpahkan ke Polda Sumut," kata Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja di Mapolda Sumut, Senin (19/11/2018).

Tatan menjelaskan kasus tersebut sudah dihentikan karena istri Remigo telah mengembalikan kerugian negara. Uang yang dikembalikan kepada Inspektorat setempat sekitar Rp 143 juta.

"Minggu lalu kasusnya sudah dihentikan," jelasnya.

Seperti diketahui, Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando menjadi kepala daerah ke-104 yang diamankan KPK. Remigo terkena OTT dan sudah ditetapkan sebagai tersangka karena menerima uang suap mencapai Rp 550 juta dari kontraktor yang sedang mengerjakan proyek di Dinas Pekerjaan Umum Pakpak Bharat.

Uang tersebut diserahkan dalam tiga tahap selama dua hari masing-masing senilai Rp 150 juta, Rp 250 juta, dan Rp 150 juta. Pada pemberian ketiga, KPK berhasil menggagalkannya melalui operasi tangkap tangan di kediaman Remigo.

Selain Remigo, KPK juga menangkap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), David Anderson Karosekali dan Hendriko Sembiring (pihak swasta rekanan proyek). Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar