Tiga Dari Lima Istri Korban Lion Air Rebutan Uang Duka



ISN (Jakarta) -- Proses evakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang masih terus berlanjut.

Hingga saat ini, kurang lebih 164 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dari perairan Tanjung Karawang dan sekitar lokasi kecelakaan.

Pemeriksaan terhadap sampel DNA korban setelah meninggal pun dilakukan. Sampel ini lantas dicocokkan dengan sampel fisik khas korban sebelum meninggal yang dibawa keluarga korban.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri telah mengumpulkan dan memeriksa sebanyak 306 sampel DNA korban. Tim DVI juga telah mengumpulkan semua sampel DNA keluarga inti korban dari korban yang berjumlah 189 jiwa.

Dalam proses evakuasi, kisah keluarga korban menyimpan banyak cerita. Mulai syok, sedih hingga ada yang jatuh pingsan. Namun ada juga yang justru ribut karena salah seorang korban pesawat Lion Air JT 610 memiliki banyak istri.

"Ada yang berantem gara-gara punya istri banyak, masing-masing merasa berhak menerima Surat Keterangan Kematian guna mengambil uang duka," kata seorang petugas di RS Polri Raden Said Sukanto, Rabu (7/11/2018).

Korban diketahui memiliki lima orang istri, tiga diantaranya hadir di RS Polri. Pertama yang maju adalah Istri pertama untuk menerima Surat Keterangan Kematian.

"Begitu mau dikasih, eh ada yang protes sambil dorong-dorong istri pertama itu," ucapnya.
Para istri tersebut ribut di depan Kombes Pol Edi Purnomo dan utusan Lion Air. Akhirnya mereka disuruh masuk ke ruang forensik untuk menyelesaikan masalah.

"Saat disuruh masuk, ada satu lagi perempuan yang teriak-teriak, tidak terima kalau suratnya diambil sama istri kedua. Pokoknya seru dah," tambahnya.  

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar