Gubsu Larang Nyalakan Kembang Api Saat Malam Tahun Baru


ISN (Medan) -- Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menandatangani surat edaran terkait perayaan malam pergantian tahun baru.

Surat Edaran tersebut diunggah akun Instagram @Edy_Rahmayadi (terverifikasi) pada Senin (31/12/2018).

Ada 5 poin yang tertera dalam surat edaran yang ditandatangani Edy Rahmayadi pada 27 Desember 2018.

Demi mencegah timbulnya banyak korban akibat bencana alam dibeberapa daerah, untuk perayaaan pergantian malam Tahun Baru kami menghimbau;
1. Mengisi kegiatan pergantian malam Tahun Baru dengan cara melaksanakan ibadah sesuai ajaran kepercayaan masing-masing dan khusus untuk pemeluk agama Islam agar menggelar Dzikir Istiqomah dan doa agar terhindar dari segala musibah;
2. Tidak merayakan malam Tahun Baru dengan cara meniupkan terompet, membakar kembang api/mercon dan kebut-kebutan di jalan raya;
3. Kepada seluruh pemilik hiburan, pengelola tempat wisata agar tidak melaksanakan/memfasilitasi malam pergantian Tahun Baru secara berlebihan;
4. Kepada seluruh Bupati/Walikota dan Tokoh masyarakat, Alim Ulama, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan/Pemuda diharapkan mengawasi pelaksanaan kegiatan pergantian Malam Tahun Baru sesuai dengan Point 1,2, dan 3 di atas;
5. Kepada seluruh aparat keamananan baik itu TNI/Polri dan Satpol PP untuk menjaga lingkungan yang dapat mengganggu keamanan masyarakat dan ketertiban umum;
Demikian disampaikan dan disebarluaskan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Terimakasih
TTD
Gubernur Sumatera Utara. 


Pemko Medan Menggelar Dzikir Akbar 

Pemko Medan tahun ini tidak ada menggelar pesta rakyat maupun pesta kembang api dalam menyambut malam pergantian tahun.

Sebagai gantinya untuk menyambut datangnya tahun 2019, Pemko Medan mengadakan Doa dan Zikir Akbar yang akan dilaksanakan di Lapangan Benteng Medan, Senin (31/12) malam.

Di samping itu juga akan diisi dengan tausiah yang akan disampaikan Al Ustadz Riza Muhammad.

Demikian disampaikan Walikota Medan, Dzulmi Eldin, di sela-sela mengantar kepulangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Tito Karnavian di Lanud Soewondo Medan, Minggu (30/12/2018).


Dikatakan Walikota, langkah ini diambil sebagai bentuk rasa empati dan keprihatian atas musibah bencana yang tengah melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Selain itu Doa dan Zikir Akbar ini, jelas Wali Kota, digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur karena Kota Medan aman dan kondusif, serta terhindar dari segela bentuk bencana sepanjang tahun 2018.

Oleh karenanya melalui Doa dan Dzikir Bersama ini, Wali kota berharap agar Allah SWT senantiasa melindungi serta memberkati Kota Medan sehingga tetap aman dan kondusif di tahun 2019.

Untuk itulah Wali kota mengajak seluruh warga Kota Medan agar menghadiri Doa dan Zikir Akbar.

"Marilah kita berama-ramai menghadiri Doa dan Zikir Akbar. Mari kita berkumpul bersama dan mengisi malam pergantian tahun dengan Doa dan Zikir Akbar. Mari kita doa kan akan kota yang kita cintai ini senantia aman dan kondusif serta selalu diberkati Allah SWT. Di smaping itu pembangunan yang dijalankan dapat berjalan dengan lancar serta kesejahteraan warga Kota Medan semakin meningkat," kata Eldin.

Kemudian Wali Kota menjelaskan, Doa dan Dzikir Akbar akan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Dzikir akan dibawakan Ikatan Persatuan Qori-Qoriah dan Hafidz-Hafidzah (IPQOH) Kota Medan. Setelah selesai dzikir dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Al Ustadz Riza Muhammad.

"Semoga tausiah yang disampaikan nantinya dapat meningkatkan rasa keimanan sekaligus lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT," harapnya.

Jelang detik-detik pergantian tahun akan diisi dengan doa lintas agama yang akan dilakukan Ketua MUI Kota Medan bersama pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan.

Melalui doa lintas agama ini, Kota Medan diharapkan akan menjadi lebih baik lagi ke depannya serta dijauhkan dan dihindarkan dari segala bentuk bencana.

Terkait dengan pelaksanaan Doa dan Zikir Akbar yang dilakukan, Walikota mengatakan akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas yang melintasi sekitar Lapangan Benteng karena ribuan warga diperkirakan akan hadir mengikuti acara tersebut.

"Atas ketidaknyamanan itu, saya atas nama pribadi dan Pemko Medan menyampaikan pemrintaan maaf," ungkapnya.

Meski demikian Wali Kota berjanji akan meminimalisir terjadinya terganggunnya kenayamanan dalam berkenderaan tersebut. Dia telah mengistruksikan kepada Dinas Perhubungan Kota Medan bekerjasama dengan Satlantas Polrestabes Medan untuk bersinergi dalam mengatasi arus lalu lintas tersebut.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar