Penghina Suku Batak Pasrah Divonis 1,5 Tahun



ISN (Medan) -- Terdakwa Faisal Abdi Lubis alias Bombay alias memet, dinyatakan terbukti melakukan penghinaan terhadap suku Batak pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (17/12/2018) kemarin. 

Hakim menjatuhkan vonis hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 20 juta subsider 2 bulan kurungan. 

"Mengadili dan menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Faisal Abdi Lubis selama 1 tahun 6 bulan dan denda Rp20 juta subsider 2 bulan kurungan," kata hakim Saryana di Ruang Cakra VIII, PN Medan. 

Dalam amar putusannya, majelis hakim sepakat bahwa perbuatan Faisal terbukti melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. 

"Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa dapat memicu perpecahan antar suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa sopan di persidangan dan belum pernah dihukum," lanjut Saryana. 

Seusai membacakan putusan, hakim kemudian meminta pendapat Faisal terkait hukuman yang dijatuhkan. "Terima pak hakim," jawab Faisal. 

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan, yang meminta hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 20 juta subsidair 3 bulan kurungan. Seusai sidang, Faisal mengaku sudah meminta maaf secara terbuka kepada etnis Batak yang telah terluka atas komentarnya di media sosial. 

"Saya sudah minta maaf. Saya minta maaf lagi kepada mereka (suku Batak). Hukuman ini saya terima," sebut Faisal yang mengenakan kopiah di persidangan.

Sesuai amar tuntutan JPU, peristiwa penghinaan itu terjadi pada Rabu (27/6/2018), sekira pukul 13.00 Wib, di kediaman ibu kandung terdakwa, ketika dia menonton hasil Quick Count Pilgubsu 2018 di televisi. 

Saat bersamaan, terdakwa mengakses akun Facebook-nya dan melihat ada sebuah akun dari grup Facebook yang menuliskan hasil penghitungan suara calon Gubsu nomor urut 2 (Djoss) lebih unggul dari pasangan calon Gubsu nomor urut 1 (Eramas). 

Terdakwa merasa kesal, lalu menulis komentar atas postingan tersebut melalui akun Facebook terdakwa atas nama Faisal Abdi. Dalam postingannya, selain menyebutkan calon Gubsu nomor urut 1 menang dan calon Gubsu nomor urut 2 kalah, terdakwa juga menuliskan kalimat kotor dan menyinggung perasaan suku batak. 

Akibatnya, anggota grup dalam Facebook yang ia tuliskan kalimat penghinaan itu merasa keberatan dan melaporkan Faisal Abdi ke pihak kepolisian.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar