Polsek Medan Area Amankan Brimob Gadungan



ISN (Medan) -- Polsek Medan Area mengamankan seorang pemuda yang mengaku sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). 

Saat diamankan, pemuda tersebut sedang mengenakan seragam Brimob lengkap dengan atribut.

"Pemuda yang kita amankan berinisial AZKS (16) warga Jalan Duyung, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area," kata Plh Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Ipda Samsul Bahri, dilansir Senin (3/12/2018).

"Saat diamankan, AZKS mengenakan pakaian Brimob dengan pangkat AKP dari Destasemen 6 Brimob," sambungnya.

Samsul menuturkan bahwa pelaku diamankan saat berada di Jalan Thamrin, Medan, sekira pukul 10.30 WIB. Polisi melihat gerak-gerik pelaku tidak seperti seorang personel Brimob berpangkat perwira.

"Petugas curiga ketika melihatnya, karena dari perawakan pelaku seperti anak-anak. Saat ditanyai petugas, pelaku mengaku bukan polisi," tuturnya.

Samsul menjelaskan, saat diamankan, pelaku ketika itu sedang berada di salah satu toko yang berada di Jalan Thamrin dan sedang membawa proposal bantuan.

"Jadi ketika diamankan, ada proposal permohonan bantuan ke klenteng yang dibawanya, tapi belum sempat proposal itu dimasukan. Artinya belum ada tindak pidana penipuan yang dilakukan pria ini menggunakan pakaian Brimob," jelasnya.

Mengetahui pemuda itu bekerja sebagai penjual alat teknik, selanjutnya pihak kepolisian melakukan pembinaan.

"Meski belum ada tindak penipuan yang dilakukannya, kami tetap melakukan penyelidikan selama 1x24 jam. Apabila nanti ditemukan ada orang yang mengaku tertipu akibat ulahnya, akan diproses. Setelahnya kami juga akan mengenakan wajib lapor," ucap Samsul.

"Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan orang yang mengaku polisi, apalagi meminta-minta uang," tambahnya.

Sementara itu, AZKS mengaku nekat memakai seragam Brimob karena pernah menjadi korban kejahatan di seputaran Kawasan Industri Medan (KIM) II. Dirinya mengaku pernah dirampok orang ketika melintas di sana.

"Sebulan lalu saya pernah dirampok di KIM II. Uang saya, hasil penagihan barang yang saya jual ada Rp 20 juta dirampok. Jadi, setiap saya mau ke KIM II saya pakai baju Brimob supaya aman," ungkapnya.

Dirinya mengaku tidak tahu kalau perbuatannya mengenakan pakaian Brimob tersebut melanggar aturan.

"Saya suka melihat polisi, khususnya Brimob. Makanya saya pakai. Baju ini saya dapat dari teman, dikasih," ungkap AZKS.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar