RS Adam Malik Tepis Gilang Terkena Sindrom Sleeping Beauty



ISN (Deli Serdang) -- Si putri tidur, dongeng yang sudah dikenal dari masa ke masa, ternyata tidak seluruhnya merupakan mitos belaka. Sindrom sleeping beauty adalah suatu keadaan yang benar-benar terjadi di kehidupan nyata.

Sindrom sleeping beauty atau dalam dunia medis dikenal sebagai Kleine-Levin Syndrome adalah suatu kelainan neurologis yang bisa dibilang langka. Saking langkanya, dilaporkan hanya ada sekitar 1000 orang di seluruh dunia yang menderita penyakit ini.

Sindrom Kleine-Levine adalah suatu penyakit neurologis langka yang uniknya biasa diderita oleh pria dewasa, sekitar 70 persen dari jumlah penderita sindrom sleeping beauty adalah laki-laki.

Karakterisitik utama dari penyakit ini adalah berlangsungnya periode di mana penderitanya tidur dalam jangka waktu yang lama, kira-kira lebih dari 20 jam per harinya.

Periode ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa bulan. Tetapi setelah periode tersebut berakhir, penderita sindrom sleeping beauty bisa beraktivitas biasa seperti layaknya orang normal.

Ciri utamanya Sleeping Beauty adalah waktu tidur yang berlebihan ketika sindrom tersebut menyerang, masa-masa ini biasa disebut episode.

Jika suatu episode terjadi, penderita dapat memiliki karakteristik, seperti penderita tidak dapat membedakan mana kenyataan mana mimpi.

Mengenai adanya dugaan Sleeping Beauty terhadap Gilang Tama Alfarizi, bocah berusia 4 tahun asal Deli Serdang yang telah tertidur selama 23 hari hingga hari ini, Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy, S.Sos, M.IKom mengatakan pihak medis, khususnya dokter tentu tidak ingin berspekulasi dengan kondisi serupa pada anak yang terjadi di daerah lain.

"Artinya kalau ada pasien baik anak maupun dewasa masuk dalam kondisi tidak sadar pasti akan ada penjelasan medis," kata wanita yang akrab disapa Rosa, Selasa (18/12/2018).

"Tapi dia ini mengalami penurunan kesadaran, bukan tidur ya. Kita tidak bilang dia tidur, memang pasien alami penurunan kesadaran dan ketika pertama kali masuk, sudah kita dapati 14 hari penurunan kesadaran," ungkap Rosa.

Lebih lanjut, Rosa menjelaskan bahwa penurunan kesadaran yang dialami Gilang merupakan bukan tidur biasa. Hanya saja memang untuk menegakkan dia sakit apa, perlu banyak rangkaian pemeriksaan yang harus dilalui.

Untuk diketahui, hingga kini terhitung telah 23 hari sejak (26/11/2018) lalu, pasien yang telah pulang itu masih dalam kondisi tidur dan belum diketahui penyebab ia tidak bangun.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar