Sidang di PN Medan, Asiong Tak Salami Pangonal Harahap



ISN (Medan) -- Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali menggelar sidang kasus korupsi Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap. Sidang kali ini mengandekan putusan terhadap Effendi Syahputra alias Asiong .

Tiba di ruang persidangan Asiong langsung menyapa kerabatnya, namun Asiong justru tidak menyalami Pangonal Harahap.

Ditanya soal dugaan hubungan mereka tidak baik, Asiong membantah. Hubungan mereka masih tetap baik. Hanya saja bernasib sial.

"Baik-baik aja kami. Kan kami satu kamar di Rutan. Untuk apalah lagi salaman tiap hari jumpa. Nasibnya sama kok," ucap Asiong.

Asiong mengatakan kasus dugaan suap dirinya terhadap Pangonal dilatarbelakangi hutang. Bupati Labuhanbatu Pangonal saat itu tidak sanggup membayar hutang dan hanya bisa dibalas dengan fee proyek.

"Mulanya ya itu lah. Gak bisa bayar ya dibalas sama fee proyek. Proyek yang saya kerjakan pun sudah sesuai dan sudah diaudit BPK dan Inspektorat, katanya bagus," ucap Asiong, Kamis (13/12/2018) pagi.

Lanjutnya, dalam kasus ini Asiong berharap diadili bukan dihukum. Imbuhnya, kasus tersebut tak punya barang bukti karena orang suruhan Pangonal masih buron.

Asiong mengatakan selama disidangkan dirinya kooperatif. Dituduhkan OTT Rp 500 juta, Asiong bahkan mengungkapkan praktek fee tersebut berjalan sejak 3 tahun lalu.

"Saya dituduhkan OTT Rp 500 juta. Itupun buktinya gak ada. Si Umar (kaki tangan Pangonal) kabur. Bahkan saya mengungkap dari tahun sebelumnya. Saya ungkap sampai Rp 42 miliar lebih. Makanya harusnya saya dapat hukuman yang ringan lah karena sudah berupaya menjadi Justice Collaborator," ujar Asiong.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar