Tegas, Gubsu Tahan DIPA Daerah yang Bupati/Walikotanya Tak Hadir



ISN (Medan) -- Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, kembali menunjukkan ketegasannya ketika sejumlah kepala daerah tidak hadir dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2019 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (14/12/2018).

DIPA tersebut diserahkan kepada institusi vertikal kementerian/lembaga di Sumut serta pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Namun tercatat kurang lebih 15 kepala daerah justru tidak datang. Masing-masing mengutus perwakilan untuk menerima DIPA dari Gubernur. Padahal seharusnya acara itu dihadiri seluruh bupati dan walikota.

Di antara kepala daerah yang tidak hadir adalah Walikota Medan, Dzulmi Eldin (diwakili Wakil Walikota Akhyar Nasution), Bupati Simalungun JR Saragih (hadir wakil), serta Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Sibarani.

Atas ketidakhadiran bupati/walikota itu, Edy Rahmayadi pun kesal. Dia tak sudi kepala-kepala daerah itu diwakilkan. Mereka harus datang langsung memperlihatkan wajahnya. Jika tidak, sanksinya tak tanggung-tanggung, DIPA yang total bernilai Rp 43 triliun lebih tak akan diberikan.

"Jangan macam-macam kalian sama saya, saya juga tidak pernah macam-macam," tegas Edy mengingatkan para kepala daerah.

Tiba saatnya menyerahkan DIPA, satu per satu walikota dan bupati dipanggilnya menaiki podium. Dimulai dari yang tidak hadir seperti Langkat dan Sibolga. Tiba pada Tapanuli Tengah yang bupatinya mangkir, Edy pun nyeletuk.

"Ini Bupati Tapteng kok tidak pernah hadir kalau diundang. Apa Tapteng itu sudah pindah dari Sumatera Utara," ucapnya ketus.

Begitu pula ketika menyebut kabupaten lainnya yang bupatinya juga absen, Edy tak kalah galak.

"Mungkin bupatinya takut ya, sehabis ketemu saya langsung dipanggil Kejatisu. Jangan jadi pemimpin kalau takut," ujarnya.

Melanjutkan kejengkelannya, Edy benar-benar tak mau menyerahkan DIPA ke kabupaten dan kota yang kepala daerahnya tidak hadir. DIPA baru akan diserahkan jika bupati atau walikota menjumpainya secara langsung.

Itu sebabnya, Akhyar Nasution yang duduk di barisan kursi terdepan memperlihatkan wajah masam ketika hendak beranjak meninggalkan lokasi acara. 
Awak media yang hendak mewawancarainya berusaha dijauhinya.

"No comment," jawabnya singkat sambil bergegas pergi.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar