Anak Juragan Teri Mau Bawa Kabur Anak di Bawah Umur



ISN (Sergai) -Polisi mengamankan seorang pemuda lantaran coba melarikan remaja putri berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku kelas XII salah satu SMK di Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kamis (17/1/2019) kemarin. 

Pemuda berinisial P itu diketahui merupakan anak dari seorang pengusaha ikan teri di Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sedang Bedagai. 

Kapolres Sergai, AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu, melalui Kasat Reskrim AKP Sisworo, membenarkan telah mengamankan seorang pria diduga melarikan anak di bawah umur. 

"Pelaku sudah kita amankan sesuai dengan laporan orangtua korban dan kasusnya dalam proses," kata AKP Sisworo, dilansir Selasa (22/1/2019). 

Diketahui, siswi tersebut dibawa kabur oleh P tak lama setelah gadis itu diantar orangtuanya ke simpang Bamban untuk pergi ke sekolahnya di Sei Rampah. 

Namun sejak pergi ke sekolah, korban tak pulang ke rumah hingga dijemput bersama pacarnya tersebut dari Lubuk Pakam, Jumat (18/1/2019) kemarin. 

Informasi yang dihimpun awak media dari beberapa warga Kampung Jadi, Kecamatan Sei Bamban, korban telah berpacaran dengan seorang pemuda di kampungnya. Namun karena status P sebagai anak pengusaha ikan teri terlihat lebih menjanjikan, korban akhirnya berpaling hati. 

Pacar lama korban disebut hanya mengendarai Honda Vario, sedangkan P mengendari Kawasaki Ninja yang memang jauh lebih mahal. 

"Cowoknya ini sering datang naek Ninja, kami warga gak open. Tadi malam kami taunya korban dibawa kabur karena rame orang membicarakannya," ujar warga yang tidak mau menyebut namanya.

Gadai Motor Hendak Kabur ke Batam 

Di kantor polisi, P mengakui bahwa dia bertemu korban tak lama setelah gadis itu diantar orangtuanya ke simpang Bamban. 

"Kami janjian jumpa di Matapao habis itu kami ke Tanjung Morawa. Di sana kami 3 malam," ujarnya. 

Selama 3 hari tak pulang ke rumah masing-masing, mereka akhirnya kehabisan uang. Korban kemudian mengajak P ke rumah uwaknya di Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam untuk meminjam uang dengan menggadaikan sepeda motornya. 

"Kami mau ke Batam kalau dapat uang. Tapi sampai di Bakaran Batu kami ketemu keluarga korban dan langsung dibawa pulang ke Bamban," katanya. 

Dia juga mengaku bahwa mereka sudah 2 kali melakukan hubungan intim layaknya suami istri di rumah orangtuanya. Perbuatan itu mereka lakukan saat kedua orangtua P sedang tidak di rumah. 

"Dia sudah 2 kali aku tiduri di rumah, waktu orangtua gak ada," sebutnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar