Asisten PTPN II Tewas Ditikam Karyawan Sendiri



ISN (Deli Serdang) -- Duka mendalam dirasakan Kamaluddin Lubis (56) warga Jalan Baru, Gang Perintis, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Pria berkulit sawo matang ini tak mampu membendung air matanya usai mendapat kabar bahwa anak semata wayangnya menjadi korban penikaman di Afdeling III, Kebun Sawit Hulu, Sawit Seberang, Langkat, Senin (31/12/2018) lalu.

Korban merupakan Asisten Kebun PTPN II, Afdeling III Kebun Sawit Hulu, bernama Iqbal Lubis (26). Iqbal tewas ditikam di halaman kantor perusahaannya.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian naas tersebut sempat membuat warga Emplasmen Kebun Sawit Hulu Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat heboh.
Penikaman diduga dilakukan karyawannya yang berinisial AS (41) warga Pondok Afdeling III Kebun Sawit Hulu.

Usai membunuh, AS mengaku terus dihantui rasa bersalah hingga menyerahkan diri ke Polsek Padang Tualang, Senin (31/12/2018).

Dalam kasus ini diamankankan sejumlah barang bukti. Petugas menyita pisau dapur yang masih berlumur darah, baju kemeja putih yang berlumur darah dan baju kaos hitam.

Kasat Reskrim AKP Juriadi membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya dugaan sementara motif pembunuhan karena AS sakit hati dan dendam.

Status AS dinyatakan mangkir kerja selama tiga hari oleh korban, padahal AS sedang masa cuti. 

"Dugaan motif karena sakit hati," ujar Juriadi, dilansir Rabu (2/1/2019).

"Pelaku menyerahkan diri usai membunuh. AS menemui saksi Monogu Simamora (Mandor I Afdeling II) yang sedang minum kopi, untuk menemaninya menyerahkan diri ke Polsek Padang Tualang," tambahnya.

Usai peristiwa naas yang dialami Iqbal, saat Tribun Medan menyambangi kediaman almarhum di Jalan Baru Gang Perintis tersebut, terlihat sosok pria berkulit gelap dengan pandangan kosong sedang duduk di teras rumahnya.

Awak media pun disambut hangat oleh pihak keluarga korban. Kamaluddin Lubis (56) yang merupakan orang tua korban menjelaskan sebelum kejadian.

"Pagi itu sekitar pukul 10.00 WIB, Iqbal menelpon bahwa ia akan pulang ke rumah pada pukul 14.00 WIB. Ia biasanya memang pulang asal libur kecuali kena piket jaga," ucapnya.

Tidak tahunya, sambung Kamaluddin, itu merupakan suara terakhirnya.

"Tidak ada perasaan buruk atau apa lah saat ia menelpon. Dalam telpon tersebut ia mengatakan mau tahun baruan di rumah saja, ya ku bilang pulang lah nak, kumpul kita di sini," ujarnya.

Namun yang pulang malah jasadnya, sambung Kamaluddin, rasanya lemas ketika mendapat kabar anakku tidak ada.

"Lemas, perasaan gak karuan saat aku mendapat kabar bahwa Iqbal sudah tiada. Ia anak ku satu-satunya. Dari kedua tangan ini membesarkannya, ibundanya sudah lama tiada, kini tinggal aku sendiri di rumah," katanya sembari menetes air matanya yang jatuh ke pipinya, Rabu (2/1/2019).

Iqbal merupakan anak satu-satunya anak pasangan Kamaluddin Lubis (56) dan almarhumah Alimahtul Sakbiah.

Iqbal dikenal sosok yang bertanggungjawab dan merupakan tulang punggung keluarga. Ia juga dikenal sosok yang ringan tangan dalam membantu keluarganya.

Tak lama kemudian, datang dua pria yang merupakan saudara Iqbal berasal dari Jakarta menyambangi kediamannya. Tangisan pun pecah di rumah duka.

Kamaluddin pun semakin tak mampu membendung tangisannya saat sanak saudara tiba di kediamannya.

"Saya meminta agar pihak kepolisian dapat menghukum pelaku dengan seberat-beratnya. Tega sekali ia menghabiskan nyawa anak ku," ucap Kamaluddin.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar