BNN Gerebek Rumah Penghasil Pil Ekstasi di Medan



ISN (Medan) -Kawasan padat penduduk di Jalan Pukat VIII, Gang Murni No 23 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung mendadak ramai, Kamis (24/1/2019) malam.

Pasalnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan di satu rumah warga tepatnya di belakang Musalla Ash-Shobirin.

Pada saat penggerebekan berlangsung, petugas BNN masuk menggunakan belasan mobil, sontak membuat pemukiman itu riuh. Beberapa petugas bersebo langsung menelusuri gang yang berada di dalam lingkungan musalla.

Sebelumnya informasi yang berhasil dihimpun, rumah tersebut merupakan target BNN dengan pelaku berinisial GUN (45).

Dari hasil penggerebekan yang berlangsung pada malam hari tersebut, petugas mengamankan GUN dan menyita barang bukti. Awak media menyambangi kediaman pelaku usai dilakukan penggerebekan oleh BNN, Jumat (25/1/2019).

Pagar Musalla Ash-Shobirin yang berwarna biru terlihat tertutup rapat. Kurang lebih 20 meter jika dipandang dari gerbang utama Musalla Ash-Shobirin, terdapat rumah berwarna kuning yang terbuat dari tepas bambu.

Keadaan rumah terlihat kosong, hanya ada jemuran dan beberapa pakaian yang tergabung.
Seorang warga sekitar yang diketahui bernama Nababan (50) mengatakan, GUN memang orang lama di sini.

"Sebenarnya itu status mereka penjaga Musalla Asshobirin ini. Orang tuanya dulu, memang orang lama di Jalan Pukat VII ini. Dari tadi pagi udah kosong rumah ini. Saya tadi malam juga berada di lokasi saat petugas menggerebek," ucapnya.

Rumah tersebut, sambung Nababan, ditinggali adiknya berinisial Ay. Adiknya itu jualan nasi di depan.

"Kami tidak tidak menyangka, si GUN ini menjadikan rumah adiknya itu sebagai industri ekstasi rumahan. Ia ini dulu pernah diamankan oleh petugas karena menjadi kurir narkoba," ucapnya.

GUN, sambung Nababan, jarang di sini, dikarenakan ini rumah adiknya.

"Banyak ulok (nipu) orangnya, tapi memang bermasyarakat. Seingat saya ia memang pernah masuk penjara. Tapi setelah keluar eh jadi pembuat ekstasi pulak dia. Semoga petugas dapat menindak tegas pelaku-pelaku narkoba ini. Jika petugas tidak tindak tegas, makin banyak nanti pelaku-pelaku narkoba muncul," ucapnya.

Sebelumnya, saat penggeledahan yang dilakukan BNN, petugas sempat mengalami kesulitan.

Hal tersebut dikarena isi dalam rumah begitu berantakan. Baju berserakan di mana-mana dan tidak beraturan. Ditambah beberapa perabot yang sudah tidak layak pakai.

Di sekitar lokasi, ada beberapa rumah lainnya. Kondisinya hampir sama. Lokasi penggerebekan begitu kumuh. Namun tidak ada yang menyangka dari rumah itu , 1.000 butir narkoba bisa diproduksi setiap harinya.

Petugas BNN sampai menurunkan unit anjing pelacak untuk membantu penggeledahan. Barulah barang bukti yang ditargetkan berhasil ditemukan.

Totalnya ada sekitar empat jenis zat yang ditemukan. Ditambah alat cetak ekstasi manual.
Jika dilihat, alat cetak manual itu menyerupai pemasang botol parfum. Memiliki tuas dan terdapat bejana untuk menampung ekstasi yang sudah jadi. Zat-zat yang sebagai bahan baku juga disembunyikan bersama bumbu dapur.

Pelaku GUN berharap petugas tidak akan mengetahuinya. Petugas juga menemukan timbangan digital. Ada juga corong yang diduga untuk memasukkan zat kimia kedalam mesin cetak.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan penggerebekan dilakuakan berdasarkan pengembangan kasus 2018 lalu.

"Seorang gembong pembuat ekstasi berinisial RB (DPO) berhasil kabur dari petugas. Saat dilakukan penyelidikan, ternyata sindikat RB masih menjalankan aksinya. Bedanya, kini mereka hanya mencetak sesuai pesanan," kata Arman di TKP, Kamis (24/1/2019).

Petugas BNN kemudian sempat bergerak ke Jalan Pukat Banting I, yang tidak jauh dari lokasi tersebut dan masuk ke sebuah rumah di kawasan padat penduduk.

Dari dalam rumah itu, ada seorang laki-laki yang tua. Dia diduga orangtua dari Acun Narapidana Lapas tanjunggusta yang diduga menjadi pengendali bisnis ekstasi industri rumahan tersebut.

Anjing pelacak (K9) diturunkan, BNN kemudian kembali menggeledah rumah. Mencari kemungkinan ada barang bukti yang disembunyikan di dalam rumah dan hasilnya nihil.
Dari lokasi pertama, BNN menemukan 300-400 butir ekstasi yang sudah siap edar. BNN juga berhasil meringkus IKS. Dia diduga sebagai langganan GUN.

"Saat dibawa ke rumah GUN, IKS berkilah. Saya cuma sopir taksi. Baru dua kali antar barang dari dia," kata IKS menunjuk GUN.

Dari keterangan IKS, BNN menduga ekstasi yang diproduksi tidak hanya diperjualbelikan di Medan. Karena IKS membawanya ke luar kota.

Sementara itu, dilokasi yang sama salah seorang adik GUN, perempuan berinisial AY mengatakan tidak mengetahui aktifitas abang kandungnya.

"GUN jarang pulang ke rumah. Karena dia tinggal di kamar kos di kawasan Jalan Mandala. Aku nggak tahu dia kerja apa. Jarang dia kemari, karena aku tiap hari jualan nasi di Pasar," kata AY.

AY menjelaskan bahwa GUN anak ke 6 dari 10 bersaudara. Sementara AY adalah anak ke 9. Ia mengaku keluarganya orang lama di sana dan sejak kecil tinggal di kawasan tersebut.

"Dulunya kedua orangtuanya yang menjaga Musala dan sudah meninggal beberapa tahun lalu. Rumah ini memang dibangun untuk tempat tinggal penjaga Musala," tutup AY.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar