Polisi Tembak Perampok Modus Tukar Kartu ATM




ISN (Medan) -- Berulangkali sukses melakukan aksi pencurian melalui mesin ATM, dua pria ini akhirnya bertekuk lutut setelah mendapat 'hadiah' timah panas di masing-masing kakinya. 

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, Taufik Hidayat alias Dapit (31) dan Indra Widyanto Pratama Nasution (31), terpaksa ditembak petugas karena melakukan perlawanan dalam upaya melarikan diri saat pengembangan kasus. 

 Penangkapan keduanya berawal dari laporan Iyan Suhadi (28), warga Jalan Pungguk, Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sunggal, Kamis (27/12/2018) lalu. 

Dalam laporannya, Iyan mengaku telah kehilangan uang sebanyak Rp12.799.000 dari rekeningnya. Sebelum kehilangan Iyan menyuruh adiknya, Rezky Mulia (23), untuk mengambil sejumlah uang melalui mesin ATM Bank Mandiri di Jalan Sei Mencirim, Desa Paya Geli, Sunggal, Deli Serdang, Rabu (26/12/2018). 

Ketika berada di dalam booth ATM dan memasukkan kartunya, Rezky bingung karena kartu ATM milik abangnya itu tidak bisa dimasukkan sehingga tak dapat digunakan. Setelah dicoba beberapa kali, namun tetap saja tak berhasil. 

Pelaku berinisial R kemudian mendekati Rezky dan menawarkan bantuan. Usai berbincang dengan Rezky, R kemudian meminta kartu ATM yang dipegang korban untuk dicoba dimasukkan ke dalam mesin ATM. Akhirnya Rezky berhasil memasukkan kartu ATM ke dalam mesin. 

"Tanpa disadari korban, kartu itu ternyata sudah ditukar oleh R dengan warna yang serupa. Sementara kartu asli telah diberikan kepada Taufik lalu kemudian ditukarkan dengan kartu yang mirip," ungkap Yasir di Mapolsek Sunggal, Kamis (10/1/2019). 

Kemudian, R memasukkan kartu yang ada ditangannya ke dalam mesin dan berhasil. Pria itu kemudian meninggalkan Rezky. Setelah kepergian R, Rezky kembali mencoba kartu ATM yang ada di tangannya, tetapi tetap saja tidak bisa digunakan. 

Saat itulah Taufik masuk dan menawarkan bantuan. Dia meminta nomor PIN ATM dari Rezky. Karena merasa akan dibantu, Rezky kemudian menyebutkan nomor ATM nya pada Taufik. Kemudian ATM coba kembali digunakan, ternyata tetap saja tidak berhasil. 

Selanjutnya, Taufik pun memberikan kartu ATM tersebut kepada Rezky dan kemudian pergi. Sementara itu R ternyata memberikan ATM korban pada Indra. 

"Setelah mengetahui nomor PIN tersebut, Taufik langsung keluar dari gerai ATM meninggalkan korban, yang kemudian juga pulang ke rumahnya," terang Yasir. 

Sehari usai perstiwa tersebut, Iyan pun menerima laporan dari Bank Mandiri via SMS yang menyatakan bahwa uang di rekeningnya sudah berkurang hingga 12 juta. 

"Merasa dirugikan, korban langsung membuat laporan ke kita (Polsek Sunggal). Selanjutnya kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku. Untuk saat ini keduanya masih kita periksa dan mengejar rekannya yang masih buron," jelas mantan Kapolsek Patumbak itu. 

Dari para tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa 1 buah topi hitam, 2 unit hp, 2 pisau cutter, 1 kotak tusuk gigi, 1 unit mobil Toyota Avanza BK 1144 EB, 20 buah kartu ATM dari berbagai macam bank, flashdisk berisi rekaman CCTV, 1 buku tabungan atas nama CV Karya Sejahtera. 

"Dari pengakuan tersangka, mereka sudah beraksi sebanyak 8 kali dengan lokasi Medan-Binjai sejak Oktober hingga November. Kita akan berkordinasi dengan Polrestabes Medan maupun polsek lainnya guna mengetahui sepak terjang pelaku," pungkas Yasir.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar