Sepanjang 2018 Polda Sumut Pecat 31 Personel Secara Tidak Hormat




ISN (Medan) -- Sebanyak 31 personel Polda Sumut mendapat sanksi berupa pemecatan secara tidak hormat.

Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sepanjang 2018 berjumlah 31 orang di mana dua di antaranya merupakan perwira.

"Dari 56 personel yang kami rekomendasi PTDH selama 2018, baru 31 yang sudah diputus melalui sidang komisi kode etik. Untuk sisanya yang berjumlah 25 personel lagi, masih dalam proses," ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (10/1/2019).

Dijelaskan Nainggolan, PTDH itu diberikan kepada personel yang bersangkutan karena melakukan pelanggaran seperti meninggalkan tugas dan tindak pidana narkoba.
"Kesalahan yang dilakukan anggota yang dipecat itu didominasi karena disersi (tinggalkan tugas) dan narkoba, belum ada pelanggaran lain," sebut Nainggolan.

Informasi yang dihimpun untuk Polda Sumut merekomendasikan PTDH 17 dan diputus 8 personel.

Sedangkan satuan wilayah (satwil) rekomendasikan 39 personel, dan yang dipecat masih 23.

Masih dikatakan Nainggolan, saat ini ada 14 personel lainnya yang telah direkomendasikan PTDH pada 2018.

Masih dalam proses evaluasi atau 'penggodokan' satuan kerja terkait, seperti Inspektorat, Bidang Hukum (Bidkum) serta Bid Propam Polda Sumut.

"Sekarang ini, 14 personel yang masuk daftar rekomendasikan PTDH 2018 itu sedang dalam evaluasi, apakah dapat dipecat atau dapat dipertahankan," kata Nainggolan.

Kriminal didominasi kasus narkoba

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mencatat jumlah kasus kriminal selama tahun 2018.

Dan kasus penyalahgunaan narkoba ternyata masih menempati posisi pertama.
Dalam data yang dirilis Polda Sumut, kasus tindak pidana narkotika tercatat sebanyak 5.926 kasus pada 2018.

Angka ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya sebanyak 5.897 kasus.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto yang memaparkan catatan selama 2018, menganggap angka ini masih tinggi.

Meskipun sudah ditegaskan kepada seluruh anggota bekerja keras untuk terus menurunkan angka kejahatan barang haram tersebut.


Teranyar, Jajaran Polrestabes Medan berhasil mengungkap peredaran narkoba dalam jumlah besar.

Barang bukti yang disita antara lain, 48,5 kilogram sabu-sabu, 40 ribu butir pil ekstasi dan 6 kilogram keytamin.

Dalam kasus ini, sebanyak empat orang tersangka yang merupakan jaringan Malaysia-Dumai-Medan berhasil diamankan petugas.

"Ini semua tidak terlepas dari pencegahan seperti Patroli yang dilakukan pada jam-jam rawan. Dari seluruh kasus, narkoba barang bukti sabu lebih dari 4 ton, ganja sekitar 1,6 ton, ekstasi 136 ribu butir dan barang bukti lainnya," kata Kapolda Sumut pada Konferensi Pers Akhir Tahun 2018 Polda Sumut di Aula Tribrata, Kamis (27/12/2018).

Ia menjelaskan, pada posisi kedua, kasus kriminal yang ditangani Polda Sumut selama 2018 adalah Pencurian Dengan Pemberatan (Curat).

Di tahun 2018 angkanya mencapai 4.318. Pada tahun sebelumnya kasus curat sebanyak 5.066 kasus.

Kemudian, posisi ketiga ditempati kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) sebanyak 2.769 kasus pada 2018. Jumlah ini menurun dari tahun 2017 sebanyak 4.000 kasus.
Keempat, ditempati kasus penganiayaan. Tahun 2018 angkanya mencapai 2.340. Jumlahnya juga menurun dari 2.789 kasus pada 2017.

Kemudian, pada posisi kelima ditempati oleh kasus perjudian. Jumlahnya 1.035 kasus. Kasus judi juga menurun dari tahun sebelumnya 1.589 kasus.

Lalu pencurian dengan kekerasan angkanya ada 668 kasus pada 2018. Menurun drastis dari tahun sebelumnya sebanyak 900 kasus.

"Di Sumatera Utara yang mengalami penurunan cukup tinggi adalah korupsi. Di tahun 2018 ada 28 kasus. Jumlahnya menurun dari 2017, sebanyak 33 kasus," ungkap Agus.

Masih kata Agus, dia berharap ada kerjasama dari semua pihak untuk menurunkan angka kriminal di Sumut. Pihaknya tetap akan melakukan tugas sebagai pengayom masyarakat.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar