Ijeck Angkat Bicara Mengenai Pemeriksaan Adiknya



ISN (Medan) -- Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah yang merupakan abang kandung Musa Idishah alias Dodi Shah mengatakan bahwa masih banyak perusahaan selain PT ALAM yang terlibat dalam kasus pengalihan lahan hutan lindung yang dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit.

"Di lokasi sana juga banyak perkebunan gak cuma PT ALAM. Banyak juga masyarakat (kelola), kalau memang itu mau diberlakukan secara hukum, ya meratakan semuanya," kata pria yang akrab dipanggil Ijeck setelah melaksanakan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (31/1/2019).

PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) yang dipimpin oleh Dodi Shah diduga melakukan pelanggaran dengan melakukan penyerobotan lahan hutan lindung untuk ditanami pohon sawit di Kabupaten Langkat. 

Kini Dodi sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah dirinya berstatus sebagai saksi dalam masalah lahan tersebut.

Sebelum Dodi Shah menjabat sebagai pemimpin perusahaan, PT ALAM dipimpin oleh Musa Rajekshah sebagai direktur utama. 

Ijeck mengatakan bahwa masih ada lahan hutan lindung yang digunakan oleh perusahaan lain.

Sebelumnya, para awak media sudah menunggu kehadirannya untuk meminta keterangan terkait penggeledahan yang dilakukan oleh Polda Sumut. 

Para awak media sempat menunggu di depan lift. Setelah dirinya turun dari lantai sembilan yaitu ruangnya, sampai di lobi ia belum mau berbicara karena mengejar waktu salat.

Setelah keluar dari Masjid, barulah ia mau menemui puluhan awak media yang sudah menunggunya. 

Ijeck juga mengatakan, sebelum terpilih dan menjabat sebagai Wakil Gubernur, dirinya sempat memimpin perusahaan yang beralamatkan di Jalan Sei Deli, Silalas, Kota Medan. 
Ia mengatakan, sudah lama meninggalkan perusahaan itu.

"Sudah lama. Sekarang sudah enggak. Sudah menjadi pejabat," katanya lagi.

Polda Sumut akhirnya menaikkan status Dodi Shah sebagai pimpinan PT ALAM dari saksi menjadi tersangka dalam kasus tanah di Kabupaten Langkat.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja sebelumnya bahwa Dody berstatus saksi, namun belakangan Tatan mengubah statementnya bahwa Dody telah menjadi tersangka setelah dilakukannya gelar perkara.

"Jadi yang bersangkutan Musa Idhas alias Dody naik statusnya melalui Laporan Polisi (LP) pada bulan 12 tahun 2018 lalu, yang berkaitan dengan masalah pengalihan status hutan lindung menjadi areal perkebunan sawit di wilayah Kabupaten Langkat di Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Brandan Barat dan Kecamatan Besitang yang luasnya lebih kurang 366 hektar," kata Tatan, Rabu (30/1/2019).

"Penetapan tersangka mulai hari ini sejak dilakukan pemeriksaan. Jadi kemarin kan sudah diamankan. Setelah sebelumnya ia tidak memenuhi dua kali panggilan yang telah ditayangkan Polda Sumut," sambungnya.

Tatan menjelaskan yang bersangkutan Dody diamankan dan dilakukan pemeriksaan sampai dengan tadi siang dan dilanjutkan pengeledahan baik di TKP rumah di Komplek Cemara Asri maupun di Kantor PT ALAM di Jalan Sei Deli Medan. 

"Kemudian kita lakukan gelar perkara hingga statusnya yang bersangkutan naik menjadi tersangka. Tapi, status tersangka yang bersangkutan masih dikenakan wajib lapor," ungkap Tatan.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar