Kasus Penganiayaan, KontraS: Unimed Wajib Bertanggung Jawab



ISN (Medan) -Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara kembali menyikapi tragedi penganiayaan yang dilakukan oknum satpam Universitas Negeri Medan (Unimed) beberapa waktu lalu.

Pada peristiwa naas tersebut dua pria menjadi korban main hakim sendiri. Adapun identitas korban yakni, Joni Fernando Silalahi (30) warga Jalan Tangkul I, Kelurahan Siodorejo, Kecamatan Medan Tembung dan Stefan Samuel Hamonangan Sihombing (21) warga Jalan Perjuangan Medan.

Pasalnya, kedua pria tersebut dituding sebagai pelaku pencurian yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Diduga dalam aksi main hakim sendiri dilakukan oleh petugas keamanan kampus beserta mahasiswa.

Personel gabungan dari Polsek Percut Sei Tuan dan Satreskrim Polrestabes Medan berhasil meringkus empat pelaku pengeroyokan yang menyebabkan dua pria tewas di kawasan Universitas Negeri Medan (Unimed) pada Selasa (19/2/2019) lalu.

Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam mengatakan, Unimed wajib bertanggung jawab atas peristiwa ini.

"Mereka tidak boleh terkesan lepas tangan, dan pura-pura tidak punya hubungan atas peristiwa tersebut. Sebab persoalannya ada pada pihak pengamanan kampus (satpam) yang bekerja tentu saja berdasarkan wewenang dan perintah kampus," kata Amin, Senin (25/2/2019).

Masih dikatakan Amin, cukup miris, budaya kekerasan justru tumbuh subur di kampus-kampus yang notabene adalah tempat-tempat orang terdidik.

"Berkaca juga dari kampus UMSU kemarin yang satpamnya justru bentrok dan saling pukul dengan mahasiswa. Ini jadi cermin harusnya kampus mempunyai sistem yang baik dalam perekrutan pihak pengamanan kampus. Jangan sampai kampus terkesan memelihara praktek premanisme dari cara bekerja para satpamnya," tegas Amin.

Terpisah awak media mencoba konfirmasi terkait diamankannya para pelaku yang merupakan satpam Unimed kepada Humas Universitas Negeri Medan, Muhammad Surip, melalui telepon seluler pada Senin (25/2/2019).

Ia mengatakan bahwa kasus tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.

"Kami menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian saja. Untuk langkah tetap fokus kepada kepolisian, Unimed menyerahkan semuanya kepada Polisi," ujarnya.

Disinggung soal perekrutan petugas keamanan kampus (satpam), Surip mengatakan tidak tahu menahu soal perekrutan tersebut.

"Saya tidak tahu. Tapi ya yang pastinya pimpinan berharap bagi petugas keamanan agar bekerja sesuai SOP-nya agar kampus lebih aman lagi," katanya.

Atas kejadian yang menewaskan dua pria yang sebelumnya dituding melakukan aksi pencurian, Surip menambahkan bahwa Unimed sangat prihatin atas kejadian tersebut.

"Kami sangat prihatin atas kejadian kemarin," pungkasnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar