Kompol Fahrizal Sudah Dieksekusi ke Rumah Sakit Jiwa



ISN (Medan) -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randy Tambunan dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengungkapkan bahwa Kompol Fahrizal sudah diserahkan ke Rumah Sakit Jiwa. Artinya, Fahrizal bukan lagi tahanan titipan Polda Sumut.

Randi menjelaskan, Fahrizal diserahkan ke RSJ setelah pihaknya menerima salinan putusan Kompol Fahrizal dari Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (8/2/2019) lalu.

"Sudah kita serahkan ke rumah sakit jiwa yang di daerah Simalingkar. Berapa lama dia di sana, kita tidak tahu," kata jaksa Randi Tambunan saat ditemui di lorong Pengadilan Negeri Medan, Kamis (14/2/2019).

"Kalau sudah kita serahkan ke rumah sakit jiwa berarti tergantung rumah sakit jiwanya lah sejauh mana mereka melihatnya, apakah mau dibuat surat jalan atau menginap, kita tidak tahu," jelas Randi.

"Kalau kita pada intinya hanya membawanya saja sesuai perintah eksekusi, berdasarkan surat salinan yang telah kita terima," sambungnya.

Menurut Randi, meskipun dalam berkas perkara selama ini terdakwa disebutkan ditahan di Rutan Tanjung Gusta, tetapi kata Randi, Kompol Fahrizal selama ini memang dititip sebagai tahanan Polda Sumut.

Sementara itu usai sidang vonis pada Kamis (7/2/2019) lalu, penasehat hukum Kompol Fahrizal menyatakan, pihaknya menjalankan putusan sesuai perintah hakim untuk segera mengeluarkan Kompol Fahrizal dari tahanan dan merawatnya di RS Jiwa.

"Karena ini perintah pengadilan, akan kita ikuti, pihak rumah sakit yang akan menentukan apakah dia dirawat di situ, atau dirawat jalan. Yang pasti kami akan laksanakan putusan itu," kata Julisman, kuasa hukum Kompol Fahrizal

Dalam sidang vonis yang diketuai majelis hakim Deson Togatorop memutuskan terdakwa Kompol Fahrizal terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap adik iparnya, Jumingan. Namun perbuatan terdakwa tidak dapat dimintai pertanggungjawaban, karena terdakwa sedang mengalami gangguan kejiwaan.

Hakim juga, memerintahkan jaksa mengeluarkan terdakwa Kompol Fahrizal dari tahanan untuk menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit (RS) Jiwa.

Dalam pertimbangan hukumnya, hakim menyebutkan bahwa berdasarkan fakta persidangan berupa keterangan saksi-saksi, alat bukti dan keterangan ahli, perbuatan terdakwa terbukti telah melanggar pasal 338 ayat 1 ke- 1 KUHPidana Tentang Pembunuhan.

Namun terhadap terdakwa tidak dapat dimintai pertanggungjawaban, karena berdasarkan fakta persidangan saat terjadinya pembunuhan itu, terdakwa terbukti mengalami sakit jiwa atau Skizofernia Paranoid.

Dalam dakwaan disebutkan, Kompol Fahrizal menembak mati adik iparnya Jumingan, di rumah orangtuanya di Jalan Tirtosari Gg. Keluarga, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, pada 4 April 2018.

Fahrizal menembakkan pistolnya sebanyak enam kali hingga korban tewas bersimbah darah. Jasad Jumingan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk outopsi. Kemudian Fahrizal menyerahkan diri ke Polda Sumut.

Fahrizal pernah menjabat Wakapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya dia menduduki sejumlah posisi di jajaran Polda Sumut, seperti Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, Kasat Reskrim Polresta Medan, kemudian menjadi Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, sebelum akhirnya menempuh pendidikan Sespim.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar