Main Alip Cendong, Bocah Cantik Diperkosa Sejak SD



ISN (Medan) -- "Hom pimpa alaihom gombreng!" Begitu seruan bersama tanda permainan 'Alip Cendong' dimulai. 

Melati–bukan nama sebenarnya–dan kawan-kawan seusianya pun berlarian sembunyi di sebuah rumah kosong di kawasan Jalan Pertiwi, Medan Tembung. Bocah SD itu bersembunyi dari seorang temannya yang berjaga. 

Di tengah anak-anak ingusan itu bermain, seorang remaja pria putus sekolah berinisal FH (16) ikut nimbrung. Saat Melati bersembunyi, FH diam-diam menyergapnya. Remaja yang tinggal bertetangga dengan nenek Melati di Jalan Pertiwi, Medan Tembung, itu tiba-tiba menindih bocah SD tersebut. Spontan gadis ingusan itu menjerit kesakitan dan ketakutan. 

"Aku menjerit, tapi abang itu (FH) terus memaksa. Kawan-kawan yang lain udah entah ke mana. Semua pakaian aku dibuka dan dia memasukkan 'anunya' ke 'punya' ku. Sakit kali, makanya menjerit," beber Melati kepada wartawan di Mapolsek Percut Sei Tuan. 

Puas melampiaskan syahwatnya, FH kemudian menyuruh Melati pulang. Tapi sebelum siswi SD itu beranjak pergi, FH mengancam agar Melati tak menceritakan kejadian itu kepada siapapun. 

Namun lama-kelamaan FH ketagihan. Setiap bermain, FH tanpa diundang ikut gabung bersama teman-teman seusia Melati. Saat mendapatkan kesempatan, FH kembali memperkosa Melati di rumah kosong itu. 

Kisah itu berawal sekira 4 tahun lalu. Kini Melati sudah beranjak remaja. Usianya sudah 13 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMP. FH yang merasa keenakan, terus memperdaya sang gadis yang baru beranjak remaja. 

Melati pun seperti terjerat dalam lingkaran setan. Perilaku keduanya mulai terendus orang tua Melati ketika sang nenek mulai merasakan beratnya menanggung beban uang sekolah sang cucu. 

Melati pun dikembalikan ke rumah ayah kandungnya di Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan. Di situ, orang tua Melati mulai curiga karena melihat anaknya lebih banyak main Facebook lewat handphone. 

Sepulang sekolah, wajah anaknya cemberut usai melihat FB messenger. Sangat ayah dan ibunya langsung melihat hingga matanya terbelalak. 

"Kami baca chatan di HP anak kami si FH menulis ‘Datang kau ke warnet, kalau kau gak datang awas ya…nanti abang masuknya pelan-pelan, gak sakit. Disitulah kami curiga," tutur SH (48), ibu korban, dilansir Jumat (15/2/2019).

Melati pun dicecar pertanyaan. Dengan lugunya remaja berkulit hitam manis itu mengaku telah digauili FH berulang kali. Bahkan sejak dia duduk di bangku kelas 5 SD. 

Di hadapan semua orang, Melati mengaku bahkan sudah lupa berapa kali FH menggaulinya. Satu hal yang diingat betul oleh Melati, terakhir kali ketika FH memaksa dirinya untuk melucuti seluruh pakaian, lalu disetubuhi pemuda itu. 

"Terkahir hari saya digituin, Sabtu (17/11/2018) kira-kira jam 3 sore. Kami pas main alip berondok (cendong) lagi sama kawan-kawan ku. Dia tiba-tiba datang aja. Pas gak ada kawan ku, aku digituin lagi," kata Melati yang mengaku hanya bisa pasrah ditindih FH. 

Orang tua Melati yang mendapat cerita tersebut jelas tidak terima. Mereka pun coba menanyakan langsung kepada FH dan keluarganya. 

"Gak ngaku si FH. Orang tuanya jadi bilang, 'kalau anak ku gak ngaku, kami mau kayak mana lagi?' Makanya ini kami laporkan," timpal ibu Melati sembari menunjukan bukti laporan polisi Nomor: STTPL/243/K/I/2019/SPKT Percut. 

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay saat dikonfirmasi, mengaku akan segera menindaklanjutinya. 

"Kita lakukan pemeriksaan terlebih dahulu dan akan kita proses," sebutnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar