Mencoba Bubarkan Tabliqh Akbar, Polisi Tetapkan 11 Orang Sebagai Tersangka



ISN (Tebing Tinggi) -Polisi menetapkan 11 orang sebagai tersangka akibat kericuhan yang terjadi pada acara Tabliqh Akbar Tausiyah memperingati Hari Lahir (Harlah) NU di Kota Tebing Tinggi, Rabu (27/2/2019) kemarin. 

Peristiwa itu berawal ketika penceramah Gus Muwafiq menyampaikan tausiyah dalam acara yang dihelat di Lapangan Sri Mersing Kota Tebing Tinggi. Sekira pukul 11.40 WIB, tiba-tiba seseorang berisial S alias G dan kawan-kawan berusaha masuk ke lokasi acara sambil berteriak-teriak. 

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Tatan Atmaja menjelaskan, awalnya petugas pengamanan berupaya untuk mengingatkan dan meminta S alias Gogon agar tidak membuat keributan dan kegaduhan dalam acara yang juga dihadiri Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agus Andrianto tersebut. 

"Tapi S alias Gogon dan kawan-kawan tetap merasa tidak terima atas kegiatan Tabligh Akbar tersebut dan mengatakan sesat. Kemudian salah satu teman S alias Gogon mengatakan, 'Bubar semua.. bubar semua'," jelas Tatan, Kamis (28/2/2019). 

S alias Gogon dan kawan-kawan semakin berteriak-teriak, 'Bubarkan… bubarkan!' sembari memaksa ibu-ibu yang ikut tabligh akbar untuk berdemo. 

"Ajakan itu ditolak oleh ibu-ibu yang hadir dan diketahui beberapa dari mereka memakai baju hashtag #2019GantiPresiden," jelas Tatan. 

Selanjutnya S alias Gogon dan kawan-kawan tidak terima dan terus berusaha membuat kekacauan dan provokasi untuk membubarkan acara tabligh akbar. 

"Jadi hari ini 11 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan diberikan surat perintah penahanan akan disampaikan kepada masing-masing keluarga yang sudah ditetapkan sebagai tersangka," lanjutnya. Adapun ke-11 orang tersebut, masing-masing berinisial MHB, S alias G, FS, AS, AR, SS, OQ, MA, AD, E alias I, RP alias R. 

Lebih lanjut dijelaskan Tatan, awalnya polisi mengamankan 9 orang. Namun 1 orang kemudian dikembalikan karena tidak terlibat langsung akhirnya 8 yang diamankan.

"Tadi malam (Rabu, 27/2/2019), dari hasil pengembangan ada 3 orang lagi. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan hari ini dilakukan penahanan. Sampai saat ini, kita (Polda Sumut) masih back-up. Ke-11 tersangka ditangani oleh Polres Tebing Tinggi," ungkapnya. 

Para tersangka, menurut Tatan, dikenakan pasal 160 subsider 175 junto pasal 55/56 KUHPidana. Terkait apakah aksi itu memang direncanakan, Tatan mengaku, kepolisian masih melakukan pengembangan.

"Informasi yang kami dapat kemarin, aksi penolakan tersebut memang direncanakan dari sebelumnya. Bahwa mereka menolak kegiatan ormas dari NU yang dilaksanakan di Tebing Tinggi," jelasnya. 

"Sebenarnya dari Polres Tebing Tinggi juga sudah mengimbau bahwa kegiatan tersebut resmi, organisasi resmi kemudian dihadiri para pejabat baik di lingkungan Polda maupun dari Pemko Tebing Tinggi. Namun fakta di lapangan, menjelang selesai kegiatan mereka membuat kegaduhan dan keonaran bahkan membuat kekacauan di tengah-tengah kegiatan tersebut," pungkasnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar